Berita Lahat

Harga Cabai Rawit di Lahat Anjlok jadi Rp 30 Ribu/Kg, Petani Sebut Karena Pasokan dari Luar Daerah

Harga cabai rawit mengalami penurunan signifikan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Kini harga cabai rawit di pasaran turun di harga Rp 30.000 per

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/EHDI AMIN
Cabai rawit yang baru dipetik milik petani cabai di Lahat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Harga cabai rawit mengalami penurunan signifikan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. 

Jika sebelumnya harganya menyentuh Rp 100.000 per kilogram, kemudian turun Rp 50.000 per kilogram di bulan Agustus lalu, kini harga cabai rawit di pasaran di Kota Lahat kembali turun di harga Rp 30.000 per kilogram.

Turunnya harga cabai rawit ini disebabkan beragam faktor, mulai dari banyaknya pasokan cabai petani lokal, hingga masuknya pasokan cabai dari daerah lain, seperti cabai dari Provinsi Lampung.

Namun penyebab utama turunnya harga cabai ini dikarenakan masuknya cabai Lampung yang langsung hancurkan harga cabai di pasaran.

Baca juga: Harga Cabai Hari ini Terjun Bebas Minggu 3 November 2024, Keriting Merah Anjlok Jadi Rp 10 Ribu/Kg

Heru, salah satu pedagang cabai di Pasar PTM Lahat mengungkapnya, turunnya harga cabai di Lahat ketika cabai Lampung masuk di pasaran Kota Lahat, yang harganya sudah jauh dibawah harga pasaran.

Untuk cabai rawit saat ini seharga Rp 30.000 per kilogram, di mana sebelumnya seharga Rp 50.000 per kilogram, sedangkan harga cabai merah sudah seharga Rp 15.000 perkilogram.

"Masuknya cabai dari Lampung sangat berdampak ke harga cabai di pasaran. Kondisi ini jelas berdampak pada pedagang yang sebelumnya sudah miliki stok cabai, karena ada perbedaan harga," ungkap Heri, Senin (4/11/2024).

Meski banyak pasokan cabai luar daerah yang masuk, ia mengaku, cabai lokal masih menjadi pilihan warga karena kualitas yang lebih baik, mulai dari rasa hingga ketahanannya.

"Memang ada perbedaan dari aroma dan rasa, tapi tetap kalah dengan harga. Pembeli tetap lebih tertarik dengan yang lebih murah," ujarnya. 

Sementara, Ruslan petani cabai di Kecamatan Kota Agung mengatakan, turunnya harga cabai akibat masuknya cabai dari luar Lahat, juga berimbas pada petani cabai.

Karena petani terpaksa ikut menurunkan harga jual ke pengepul.

Sedangkan petani juga sudah mengeluarkan modal yang besar untuk tanaman cabai tersebut, seperti untuk biaya buka lahan, bibit hingga pupuk.

"Kalau harga di pasaran saja sudah seharga Rp 15.000, berapa lagi kita mau jual ke pengepul. Harga itu sebenernya sudah dibawah harga standar yang biasa kita jual. Pemerintah seharusnya bisa mengatur terkait harga ini, atau lebih ketat dan tegas dengan pedagang yang semaunya menurunkan harga pasaran," kata Bambang.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved