Mata Lokal Desa

Kisah Bidan Kasiah, Mengabdi Puluhan Tahun di Pelosok Banyuasin, Dulu Bolak Balik Pakai Speedboat

Selama 26 tahun bertugas sebagai bidan desa, Bidan Kasiah juga pernah dinobatkan sebagai bidan teladan tingkat kabupaten pada tahun 2021 lalu

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/ M Ardiansyah
Bidan Kasiah (kanan) didampingi Kades Kumbang Padang Permata Supendi (kiri) diwawancarai Minggu (3/11/2024) 

TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN-Bidan Kasiah sudah puluhan tahun mengabdi sebagai bidan desa, terutama di Desa Kumbang Padang Permata Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Bertugas sejak tahun 1998, Kasiah menjalani banyak suka duka sebagai bidan desa. 

Selama 26 tahun bertugas sebagai bidan desa, Bidan Kasiah juga pernah dinobatkan sebagai bidan teladan tingkat kabupaten pada tahun 2021 lalu.

Bidan Kasiah mengungkapan, dirinya bertugas merasa bahagia bisa bertugas di desa karena banyak pengalaman dan juga tantangan yang dilewati selama bertugas.

"Dulu belum ada listrik, jalan masih tanah hitam berlumpur. Jadi kalau ada masyarakat yang sakit atau mau melahirkan, harus datang ke rumahnya dengan jalan kaki atau naik sepeda. Karena dulu belum ada motor di desa," katanya ketika ditemui, Minggu (3/11/2024).

Selama bertugas sebagai bidan desa, Kasiah mengaku dukungan kepala desa sangat penting terutama untuk bidang kesehatan.

Karena, peran kepala desa untuk ikut menyehatkan masyarakat desa sangatlah diperlukan.

Bidan Kasiah mengaku, Kepala Desa Kumbang Padang Permata, Supendi sangat mendukung bidang kesehatan sehingga Puskesdes juga bisa berjalan dengan lancar dan melayani masyarakat.

Dengan mengalokasikan dana desa, bantuan kesehatan masyarakat desa juga bisa terpenuhi.

Bidan Kasiah juga bersyukur, saat ini fasilitas sebagai penunjang kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Tidak seperti dahulu, yang memang terbilang sangat sulit terlebih ketika ada masyarakat yang sakit ataupun masyarakat yang akan melahirkan.

"Saya pernah, dalam satu malam ada dua orang yang akan melahirkan. Dulu pada saat hanya bisa dilalui jalan kaki dan pakai speedboat, jadi harus bergantian. Apalagi, melahirkannya dulu hanya bisa di rumah. Saya ingat betul, dalam semalam harus kedua rumah warga yang akan melahirkan. Pakai speedboat, gelap dan harus cepat sampai di rumah warga," ceritanya.

Namun sekarang, dengan akses jalan yang sudah bagus dan juga fasilitas kesehatan juga cukup mumpuni, bila ada warga yang sakit bisa segera di datangi ke rumah. 

Begitu pula dengan pelayanan kesehatan maupun yang akan melahirkan, adanya puskesdes, puskesmas, selain bisa datang ke rumah, masyarakat juga sudah bisa memperoleh layanan di fasilitas kesehatan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved