Berita Pagar Alam

Hujan Es Melanda Kota Pagar Alam, Petani Khawatir Kebun Kopi Rusak

Sebagian besar warga Kota Pagar Alam dihebohkan dengan fenomena hujan es yang terjadi pada sore hari sekira pukul 15.00 Wib Kamis (24/10/2024).

Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Wawan Septiawan
Tampak warga menunjukan butiran es dari hujan es yang melanda sebagian besar Kota Pagar Alam, Kamis (24/10/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Sebagian besar warga Kota Pagar Alam, Sumsel dihebohkan dengan fenomena hujan es yang terjadi pada sore hari sekira pukul 15.00 Wib Kamis (24/10/2024).

Sebagian warga mengabadikan momen langka ini di media sosial mereka.

Pantauan di lapangan hujan es yang terjadi sekitar 10 menit ini cukup membuat warga di sekitar kawasan Kecamatan Pagar Alam Utara dan Kecamatan Pagar Alam Selatan panik dan keluar dari rumah untuk menyaksikan serta mengabadikan fenomena yang jarang terjadi tersebut.

Ismanto warga Pagar Alam mengaku kaget dengan fenomena hujan es tersebut. Bahkan Ia mengakui takut dengan suara gemuruh yang di timbulkan oleh hujan es tersebut.

"Awalnya saya mendengar suara hujan yang berbeda dari biasanya, suara hujan terdengar lebih keras hingga akhirnya Ia memutuskan keluar rumah untuk melihat hujan, benar saja ternyata es sebesar batu kerikil berhamburan di jalan hingga teras rumah," ujarnya.

Fenomena hujan juga biasanya akan berpengaruh dengan hasil panen kopi tahun depan. Pasalnya hujan es dapat merusak kebun kopi yang saat ini sedang berbunga atau bakal buah untuk musim panen awal tahun depan.

"Kita takut karena hujan es ini bunga atau bakal buah kopi banyak yang busuk dan akhirnya runtuh dari pohon. Akibatnya, berimbas ke hasil panen yang berkurang atau lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Sementara itu Rendi warga Pagar Alam lainnya mengatakan hujan es disertai hujan lebat dan angin kencang juga membuat sejumlah pohon tumbang.

"jalur due dempo riokan nak ke alun2 titu," tulis warganet di facebook.

Kondisi ini sempat membuat warga khawatir kejadian yang terjadi di Muara Enim tadi malam terjadi di Pagar Alam.

"Beruntung hujan disertai angin tidak terjadi terlalu lama meskipun masih ada beberapa pohon besar yang roboh dibeberapa lokasi jalan protokol. Kami khawatir jika terjadi lebih lama kejadian di Muara Enim terjadi di Pagar Alam," ungkapnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis menjelaskan, fenomena hujan es ini terjadi karena saat ini sedang berlangsung transisi musim dari kemarau ke musim hujan. Transisi musim ini ditandai dengan perubahan pola cuaca yang cepat.

Ia menjelaskan bahwa faktor pendorong utama, yaitu muson barat yang masih lemah, menyebabkan pembentukan hujan lebih dipengaruhi oleh faktor lokal.

“Pada fase transisi, hujan yang tidak merata menyebabkan ada wilayah yang menerima panas intensif. Ini yang mendorong sistem konvektif awan yang tumbuh vertikal. Pada puncak awan ini terdapat lapisan es. Inilah yang jatuh ke tanah sebagai hujan es,” kata Wandayantolis dalam pesan singkat.

Ia juga memprediksi fenomena hujan es akan terjadi di beberapa wilayah lain di Sumatera Selatan, mengingat kondisi saat ini masih dalam transisi musim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved