OPINI
Apakah Israel Sedang Mengikuti Teori International Social Darwinism ?
Tindakan brutal militer Israel terhadap Hamas dan Hezbollah yang semakin melemah tetap berlangsung sampai sekarang, bahkan dengan mengabaikan seruan P
Oleh:Dr. Zulfikri Suleman,M.A.
(Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya)
TRIBUNSUMSEL.COM - Judul di atas merujuk pada perang yang sedang berkecamuk di wilayah Gaza (Palestina) dan Lebanon Selatan, masing-masing antara Israel menghadapi milisi Hamas dan Israel berhadapan dengan pejuang bersenjata Hezbollah.
Lebih khusus lagi, jika istilah ‘perang’ hendak diganti, maka kata-kata yang lebih tepat adalah pukulan balik secara brutal oleh militer Israel terhadap Hamas dan Hezbollah yang telah menyebabkan puluan ribu korban warga sipil dan kehancuran infrastruktur kehidupan.
Tindakan brutal militer Israel terhadap Hamas dan Hezbollah yang semakin melemah tetap berlangsung sampai sekarang, bahkan dengan mengabaikan seruan PBB, hukum internasional dan suara komunitas internasional.
Israel bahkan mulai mengarahkan niat militeristiknya terhadap Iran, yang meriskir terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas dan katastrofik.
Terhadap kampanye militer Israel ini, Amerika Serikat (AS) dan Inggris, dan negara-negara Barat pada umumnya, tetap menunjukkan dukungan penuh mereka tanpa peduli dengan akibat-akibat ikutannya: kehancuran lebih luas dan tragedi kemanusiaan.
Perang seperti apa sesungguhnya yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah?
Mengapa Israel dengan dukungan penuh negara-negara Barat tetap memberikan pukulan tanpa belas kasihan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan warga Lebanon Selatan, dan sekarang bahkan menantang perang terbuka dengan Iran?
Apa sesungguhnya yang hendak dicapai oleh perang antar kelompok-kelompok manusia?
International Social Darwinism
Walter S. Jones dan Steven J. Rosen menulis buku The Logic of International Relations (1980) mencoba menjawab pertanyaan di atas.
Kata kedua penulis ini, dalam sejarah peradaban manusia, ada 12 kasus penyebab perang antar bangsa di mana salah satu di antaranya adalah international social darwinism atau penerapan teori Darwin dalam percaturan hubungan internasional.
Dengan istilah ini, Jones dan Rosen ingin menjelaskan bahwa kelompok-kelompok bangsa di dunia ini tidak ubahnya seperti spesies-spesies biologis yang tumbuh dan berkembang melalui adaptasi dan persaingan dengan sesama yang hasil akhirnya membuktikan prinsip survival of the fittest, kepantasan keberlangsungan hidup bagi yang lebih kuat.
Bagi para penganut teori international social Darwinism ini, apa boleh buat, perang adalah pertarungan suatu bangsa terhadap bangsa-bangsa lain yang diperlukan sebagai ajang pembuktian tentang bangsa mana yang unggul dan harus tampil memimpin peradaban dunia dan bangsa-bangsa yang mana yang harus tersingkir.
Perang berfungsi sebagai momen menghabisi sisa-sisa kekuasaan bangsa-bangsa yang lemah untuk dimiliki sepenuhnya oleh bangsa-bangsa yang unggul.
| Pelabuhan Internasional Tanjung Carat, Model Pengembangan Titik Ekonomi Baru Sumsel |
|
|---|
| Mengenal Parameswara Sang Raja Palembang Pendiri Kerajaan Malaka |
|
|---|
| Pesan Damai untuk Indonesiaku, untuk Pemimpin Bangsa dan Rakyat Indonesia |
|
|---|
| Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Tanaman Obat |
|
|---|
| Kenapa Selai Bisa Kental? Jawabannya Ada di Pektin! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pengamat-Politik-dari-Universitas-Sriwijaya-Dr-Zulfikri-SulemanMA.jpg)