Pilgub Sumsel 2024

Butuh 2 Kursi Lagi, Pengamat Sebut Heri Amalindo-Popo Ali Masih Berpeluang Maju Pilgub Sumsel 2024

Pengamat Politik Unsri Dr M Husni Tamrin menyebut pasangan Heri Amalindo-Popo Ali (HAPAL) masih berpulang maju di Pilgub Sumsel 2024

KOLASE TRIBUN SUMSEL
Pengamat Politik Unsri Dr M Husni Tamrin menyebut pasangan Heri Amalindo-Popo Ali (HAPAL) masih berpulang maju di Pilgub Sumsel 2024 meski saat ini mereka masih kurang 2 kursi DPRD Sumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pasangan Heri Amalindo- Popo Ali (HAPAL) bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel masih membutuhkan minimal dukungan 2 kursi di DPRD Sumsel untuk maju di Pilkada 2024. 

Meski saat ini pasangan HAPAL masih kurang dukungan, namun pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin memprediksi keduanya, akan ikut berkontestasi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. 

Hal ini berdasarkan pada upaya keduanya yang terus melakukan lobi- lobi politik, sehingga partai yang memiliki kursi di DPRD akhirnya mendukung Hapal. 

"Pilgub Sumsel ke depan menurut saya tetap kemungkinan dapat Hapal (dukungan), seperti PAN dapat  saat ini yang dari awal diprediksi ke Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati," kata Husni, Selasa (6/8/2024).

Baca juga: Pasangan Asri-Irwan Resmi Diusung Golkar Maju di Pilkada PALI 2024, Optimis Dukungan Bertambah Lagi

Dengan sudah meraih 13 kursi dari 2 partai politik (PKB dan PAN) dukungan untuk Pilgub Sumsel, pastinya partai lain yang belum menentukan sikap bisa menjatuhkan pilihannya keduanya.

"Sekarang kan pasangan Hapal tinggal dua kursi lagi, sehingga saya pikir nanti bisa dapat kemungkinan," bebernya.

Selain partai- partai yang memiliki kursi sedikit yang dilirik pasangan Hapal, tak menutup kemungkinan partai besar juga akan merapat. Mengingat selama ini partai besar menunggu teman koalisi. 

"Disinikan PDIP belum tentukan pilihan, sedangkan Heri Amalindo kader PDIP, dan nama susah disebut. Kecuali Heri melakukan sesutu yang tidak berkenan di pimpinan. Jadi kemungkinan kecil PDIP mendorong bukan kader, tapi lebih pada kader, " jelasnya. 

Ditambahkan Husni, dari kandidat yang ada Heri Amalindo merupakan sosok pertama yang siap maju dalam Pilgub Sumsel, sehingga dengan majunya pasangan Hapal bukan kejutan, tapi bisa jadi kuda hitam. 

"Ini, bukan strategi menghindari head to head, tapi karena pecah pasangan HDMY (Herman Deru- Mawardi Yahya), dan Heri Amalindo sudah jauh- jauh hari, untuk maju dari awal dan menunggu HDMY sebagai lawan, tapi nyatanya mereka pecah koalisi, " tuturnya. 

Dengan adanya tiga pasangan calon nanti, maka semua kandidat memiliki peluang yang sama untuk menang, mengingat ketiga nama kandidat yang ada, memiliki pendukungnya dan khusus Heri Amalindo saat ini masih menjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Popo Ali masih menjabat Bupati OKU Selatan. 

"Pastinya, semua kandidat punya peluang, karena suara berbagi dan punya basis masing- masing, " tandasnya. 

Disisi lain, jika melihat peta koalisi di Pilkada yang ada di Sumsel, saat ini Koalisi partai politik yang ada saat Pemilu Presiden (Pilpres) seperti Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Februari 2024 lalu, sebagian besar kelanjutan koalisi di Pilkada tidak berlanjut. 

"Residus Pilpres koalisi KIM sangat cair, setelah Pilpres memang ada upaya melanjutkan di Pilkada. Tapi karena bervariasi untuk provinsi, kabupaten kota sehingga susah, kalau pilgub seperti DKI,  Banten, Jabar dan sebagainya berlanjut koalisi KIM, artinya selama punya calon kuat maka susah bergabung , tapi kalau cuma satu bisa," tukasnya. 

Sekadar informasi, hingga saat ini pasangan Hapal sendiri telah mengantongi dukungan 13 kursi dari 2 partai politik di DPRD Sumsel, yaitu PKB (7 kursi) dan PAN (6 kursi). Sementara syarat minimal dukungan untuk bisa mendaftar di KPU adalah 20 persen (15 kursi) dari total 75 kursi di DPRD Sumsel, atau saat ini masih kurang paling sedikit 2 kursi. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved