Kasus Vina Cirebon
Aep Saksi Vina Stres, Tuding Dedi Mulyadi Sandera & Intimidasi Ayahnya dengan Tujuan Ubah Kesaksian
Fitra Romadhoni dan Elza Syarief selaku kuasa hukum Aep mengungkap jika Ayah Aep diduga disandra dan diintimidasi oleh Dedi Mulyadi..
Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri
TRIBUNSUMSEL.COM - Aep, saksi kasus kematian Vina dan Eky menuding Dedi Mulyadi menyandera dan mengintimidasi sang ayah.
Hal tersebut disampaikannya melalui kuasa hukumnya, Fitra Romadhoni dan Elza Syarief.
Aep menduga ayahnya bernama Rudi itu menghilang setelah didatangi Dedi Mulyadi saat di Subang, Jawa Barat.
Aep menduga ayahnya disandera sebagai bentuk intimidasi agar kliennya itu mau mengubah pernyataan sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh Dede.
"Aep telah mendapatkan tekanan dan menimbulkan ketakutan dari pemberitaan negatif dan sudah dilaporkan oleh tim dari yang bersama Dede dan kawan-kawan yang tentunya wajib kita bantu karena tujuan melaporkan, mengitimidasi dan mencari seperti buron kepada klien kami. Ini tujuannya cuma satu yakni memaksa Aep mencabut keterangannya yang telah dibacakan dalam persidangan di bawah sumpah. Dan Aep yakin memang itu fakta yang sebenarnya karena bersama Dede, karena itulah kita wajib mempertahankan hal tersebut," jelas Elza Syarief dilansir dari youtube Cumi Cumi, Jumat (1/8/2024).
Dari situ, diduga jika pihak Dedi Mulyadi membawa ayah Aep sebagai sandera agar Aep mau mengubah pernyataannya.
"Usaha dari pihak tersebut selain mendatangi orangtuanya, bapaknya Aep dengan tujuan menekan, mengitimidasi, menakut-nakuti dan memberitahu ke mana keberadaan Aep ini dan kemudian karena bapaknya menolak terus mencari Aep. Pihak sana mendatangi RT dan RT ini mempengaruhi pamannya Aep dan pada kemarin magrib bersama pamannya Aep membawa orangtuanya Aep ke rumah seseorang yang sekarang kami laporkan dan sampai sekarang belum pulang," sambungnya.
Hingga saat ini, Aep terus mencoba menghubungi pihak Dedi Mulyadi untuk mengembalikan sang ayah.
Namun ia sama sekali tak mendapat respon apapun.
Pihak kuasa hukum meyakini hal tersebut bertujuan agar Aep mau muncul dan bisa diintimidasi dengan mudah.
"Aep menjadi stres, mencoba hubungi orang tersebut tapi tidak jawab dan kelihatannya memang memancing Aep untuk datang dan akan ditekan. Jadi ini saya tidak mengerti mengapa kondisi kondisi ini sangat buruk dan sebentulnya merupakan suatu tindak pidana menekan seseorang, tujuannya apa, kepentingannya apa, jadi mereka tidak merasa sudah melakukan tindakan kriminal. Saya bisa mengambil analisa bahwa orang dulu yang mencabut ini mungkin ada perlakuan seperti ini, tapi yang jelas sekarang tim saya kebingungan mencari ayahnya, dia sudah WA tolong kembalikan ayah saya," kata Elza.
Baca juga: Susno Duadji Ungkap Fakta Baru di Sidang PK Saka Tatal Terkait Kasus Vina, Singgung TKP dan Bukti
Baca juga: Reza Indragiri Minta Maaf Salah Sangka ke Iptu Rudiana di Kasus Vina, Farhat Abbas Bereaksi
Sementara itu, Fitra Romadhoni tak mengizinkan Aep mencari sang ayah seorang diri.
Sebab Aep ditakutkan akan diintimidasi hingga mengubah pernyataan sebenarnya soal kasus Vina.
"Aep tidak pernah memberikan keterangan palsu, dia menyatakan apa yang ia lihat apa yang ia alami," kata Fitra Romadhoni.
Reaksi Dede Riswanto Saat Tahu MA Tolak PK 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Jujur Saya Kecewa |
![]() |
---|
Ini Alasan Mahkamah Agung Tolak PK 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Singgung Soal Bukti Diajukan |
![]() |
---|
Ingat Rivaldi Terpidana Kasus Vina Cirebon? Kini Bertunangan di Lapas, Kenalan dari Sosmed Disorot |
![]() |
---|
Pernah Pimpin Sumpah Pocong Saka Tatal, Raden Gilap Meninggal Dunia, Hotman Paris: Innalillahi |
![]() |
---|
'Gara-gara Saya, Kalian Dihukum' Momen Haru Dede Minta Maaf dan Peluk Para Terpidana Kasus Vina |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.