Pilgub Sumsel 2024
Nasib Popo Ali Setelah Golkar Usung Matahati Maju di Pilgub Sumsel 2024, Mengaku Masih Optimis
Popo Ali, mengaku masih optimis dirinya akan berkontestasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024 bersama Heri Amalindo.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), sekaligus Bakal calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Popo Ali, mengaku masih optimis dirinya akan berkontestasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024 bersama Heri Amalindo.
Iapun mengaku, bersama Heri Amalindo masih akan berusaha dan melakukan lobi-lobi untuk mendapat dukungan partai politik yang ada, meski partainya sendiri telah menjatuhkan dukungan ke pasangan Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (Matahari).
"Kita masih optimis berusaha, dan berkomunikasi, " kata Popo Ali saat dihubungi, Kamis (1/8/2024).
Popo sendiri tidak menjawab, partai apa saja yang masih diharapkan untuk mendukungnya, mengingat saat ini tinggal PDIP yang memiliki 9 kursi DPRD Sumsel, PAN (6), PPP (2) dan Hanura (1) yang belum menentukan sikap.
Sedangkan dirinya adalah kader partai Golkar saat ini.
Baca juga: Kantongi 23 Kursi Dari Gerindra dan Golkar, Matahati Resmi Maju Pilgub Sumsel 2024, Kini Tunggu PAN
Baca juga: Resmi Diusung Golkar, Pasangan Mawardi Yahya-Anita Noeringhati Dipastikan Maju Pilgub Sumsel 2024
Sebelumnya, DPP partai Golkar resmi memberikan rekomendasi kepada bakal pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel Matahati dalam Pilgub Sumsel 2024.
Kepastian ini diungkapkan Team pejuang Matahati Aswan Mufti, setelah pasangan Matahati menerima Surat Keputusan (SK) rekomendasi dari DPP partai Golkar yang diserahkan langsung Ketum partai Golkar Airlangga Hartato di Jakarta, Kamis (1/8/2024).
"Iya, sudah diberikan SK oleh Ketum Golkar pak Airlangga siang tadi, " kata Aswan saat dihubungi Tribunsumsel.com, Kamis (1/8/2024).
Menurut Aswan dengan dukungan dari partai Golkar tersebut, maka dipastikan pasangan Matahati akan berlaga di Pilkada 27 November mendatang.
Mengingat dengan dukungan partai Golkar yang memiliki 12 kursi nantinya, dengan dukungan partai Gerindra (11 kursi) menjadikan syarat minimal dukungan terpenuhi.
"Cukup tiket Matahati, dan masuk gelanggang. Ayam kami ini, ayam aduan, galak betua, " paparnya.
Sementara untuk dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dan partai lainnya, Aswan pun tak menampik jika Matahati terus membuka pintu Koalisi.
"Pastinya untuk partai Gerindra tinggal seremonial saja, karena SK nya sudah keluar, sedangkan PAN masih diperjuangkan termasuk partai lainnya, " terang caleg terpilih DPRD Sumsel ini.
Selain Matahati terdapat juga bakal pasangan Herman Deru- Cik Ujang (HDCU). HDCU sendiri sudah mendapat dukungan dari NasDem, Demokrat, PKS, dan Perindo (26 kursi total).
Sedangkan kandidat lainnya, Heri Amalindo- Popo Ali (Hapal) saat ini masih berjuang untuk mendapatkan dukungan partai politik yang ada, seperti PDIP, PAN, Hanura dan PPP.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Herman Deru-Cik Ujang Santai, Pelantikan Pigub Sumsel 2024 Batal Digelar Pada 6 Februari 2025 |
![]() |
---|
DPRD Sumsel Resmi Tandatangani Berita Acara Penetapan HDCU Sebagai Cagub dan Wagub Sumsel Terpilih |
![]() |
---|
KPU Sumsel Sudah Serahkan Hasil Pilgub Sumsel 2024 ke DPRD, Pelantikan Tunggu Pemerintah Pusat |
![]() |
---|
'Kemenangan Masyarakat' Kata Herman Deru-Cik Ujang Usai Ditetapkan Jadi Pemenang Pilgub Sumsel 2024 |
![]() |
---|
Jelang Herman Deru-Cik Ujang Ditetapkan Menang Pilgub Sumsel 2024, Jubir : Tak Ada Persiapan Khusus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.