Penerimaan Siswa Baru

Berada di Pusat Kota, Tapi SD Negeri 11 Kayu Agung OKI Hanya Mendapatkan 4 Siswa Baru

Pasalnya, saat proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 kali ini hanya memperoleh 4 orang siswa baru.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Winando Davinchi
Sekolah Dasar Negeri 11 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Sepi Peminat 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYU AGUNG -- Meskipun lokasinya tepat berada di pusat kota, namun tak menjamin Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan miliki banyak peminatnya.

Pasalnya, saat proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 kali ini hanya memperoleh 4 orang siswa baru.

Saat dikonfirmasi Kepala SDN 11 Kayu Agung, Sopiah menyebut untuk keseluruhan jumlah siswa-siswi di sekolahnya hanya 30 orang saja.

"Penerimaan peserta didik baru hanya 4 siswa saja dan total murid kelas 1 sampai kelas 6 sekarang ada 33 siswa," katanya ditemui oleh wartawan, Rabu (10/7/2024) siang.

Menurut Sopiah, letak gedung yang dekat pemukiman penduduk, tidak menjamin ramai anak-anak mendaftar dan bersekolah di sana.

"Karena kebanyakan orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah memiliki banyak peserta didiknya. Maka dari itulah semakin lama peserta didik yang mendaftar semakin sedikit saja," ungkapnya.

Berbagai upaya dilakukan agar bisa mendapatkan siswa yang lebih banyak lagi.

Sopiah menyebut mulai dari sosialisasi hingga pemberian seragam dan alat tulis gratis bagi anak didik baru.

Namun hal itu tidak membuahkan hasil, jumlah peserta didik tetap belum bisa maksimal.

"Sudah sering dilakukan sosialisasi ke TK lewat media sosial dan program lainnya. tetapi semua tidak ada dampak sama sekali," keluhnya.

"Dimulai dari 10 tahun lalu murid disini semakin sedikit. Puncaknya tahun ini yang hanya menerima 4 baru saja," imbuhnya, padahal segala cara sudah dilakukannya.

Sebagai pimpinan, Sopiah sangat berharap kepada Dinas Pendidikan OKI untuk memperketat pembagian jalur zonasi sekolah, dengan begitu sekolahnya kebagian calon peserta didik baru.

"Tentunya seluruh tenaga pengajar disini meminta pemerintah lebih mengawasi sistem zonasi. Karena  itulah menjadi penyebab banyaknya sekolah di OKI sepi peminat," paparnya. 

Diungkapkannya, saat ini pihaknya sedang melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga 19 Juli mendatang.

"Sekarang siswa baru masih tahap MPLS, siswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah selama 1 pekan sama seperti sekolah lainnya," pungkasnya.

Baca juga: Diskominfo OKI Fasilitasi Pembuatan Website Bagi Desa Cantik, Ciptakan Ekosistem Digital

Baca juga: Turunkan Stunting, Pengantin Baru dan Calon Pengantin di OKI Akan Diberi Pendampingan

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved