Berita OKU Selatan

Meski Berbarengan Dengan Panen Raya Kopi, Pasar Malam di OKU Selatan Sepi Pengunjung

Minimnya fasilitas seperti halnya stand untuk lapak pedagang serta masyarakat masih disibukan dengan panen raya kopi menjadi faktor penyebab.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Alan Nopriansyah
Ilustrasi - Pasar malam yang digelar di Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Dusun I, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan sepi pengunjung 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Acara Pasar Malam yang digelar di Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Dusun I, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan tampak sepi pengunjung.

Minimnya fasilitas seperti halnya stand untuk lapak pedagang serta masyarakat masih disibukan dengan panen raya kopi menjadi faktor penyebab kurang peminat dari masyarakat.

Terpantau, Pasar malam yang dinilai tiba diwaktu kurang tepat tersebut hanya diisi oleh 5 stand utama dan hanya beberapa lapak pedagang kaki lima.

Serta kurangnya variasi dan daya tarik dari acara yang diselenggarakan membuat pasar malam ini kurang diminati oleh masyarakat.

"Stand hanya diisi oleh 5 pedagang besar dengan menggunakan stand, sementara pedagang kaki lima cukup banyak," ujar Waluyo, seorang pedagang asal Lampung dilokasi, Kamis (27/6).

Baca juga: Harga Anjlok, Petani Pisang di OKU Selatan Mengaku Lesu, Turun Drastis Beberapa Pekan Ini

Baca juga: Viral Sopir Truk Pengangkut Sampah DLH OKU Selatan Buang Sampah di Tepi Sungai, Terancam Dipecat

Menurut Waluyo, izin penyelenggaraan pasar malam ini diperkirakan berlangsung selama 20 hari hingga 1 bulan, dengan biaya sewa stand sebesar Rp1.500.000.

Penyelenggara pasar malam sebenarnya telah menyediakan cukup banyak stand, namun hanya 5 stand yang terisi oleh pedagang dari berbagai daerah seperti Palembang, Lahat, Muara Enim, dan Lampung Tengah.

Bahkan, Sepinya pengunjung membuatnya berfikir ulang untuk memilih mengemasi dagangannya sebelum waktu stand di tutup. Apalagi biaya sewa lapak yang tak sedikit mencapai Rp1.500.000.

"Ke depan, diharapkan penyelenggara pasar malam dapat menghadirkan lebih banyak event menarik dan variasi stand untuk meningkatkan minat pengunjung dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para pedagang,"katanya.

Sementara, Karsidi salah seorang warga asal Kecamatan Buay Sandang Aji, mengaku sudah mengetahui bahwa adanya pergelaran pasar malam. Hanya saja ditengah kesibukan panen kopi menjadi kendala.

"Waktunya kurang pas, karena masih sibuk dengan panen kopi untuk mengajak keluarga ditunda dulu,"tandasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved