Pilgub Sumsel 2024

Jika Kembali Memimpin Sumsel, Herman Deru Prioritaskan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2018-2023 Herman Deru mengaku memiliki keinginan kedepan jika kembali dipercaya masyarakat memimpin

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Herman Deru 

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2018-2023 Herman Deru mengaku memiliki keinginan kedepan jika kembali dipercaya masyarakat memimpin, untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Tanjung Api- Api (TAA) Banyuasin Sumsel kedepan. 

Pelabuhan Tanjung Carat nantinya akan menjadi pusat distribusi barang/logistik menggantikan Pelabuhan Boom Baru yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena lokasinya berada di tengah kota. 


Di samping itu, juga karena sudah mengalami pendangkalan (sedimentasi), sehingga tidak bisa disinggahi kapal-kapal berukuran besar. Sementara untuk Pelabuhan Boom Baru nantinya akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang.

Herman Deru sendiri mengaku, jika ada pekerjaan rumah yang harus ia tuntaskan kedepan, ia akan mewujudkan realisasi pembangunan pelabuhan bertaraf internasional itu. 

Mengingat dengan adanya Pelabuhan Tanjung Carat, hal itu menjadi perekonomian Sumsel akan meningkat, karena selama ini melalui provinsi lain untuk ekspor impor. 

"Pelabuhan Samudera Tanjung Carat belum selesai, kita menjadi mahal transportasi, karena menumpang pelabuhan di provinsi lain," kata Herman Deru.

Selain itu, jika sudah beroperasi pelabuhan Tanjung Carat, hal itu bisa memperbanyak perputaran ekonomi yang terjadi yang tentunya akan berdampak pada ekonomi rakyat. 

"Karena pelabuhan kita selama ini ada di Boombaru yang semakin dangkal sungai Musi, sehingga kapal besar tidak bisa masuk lagi. Untuk mengeruk lintas kementerian bukan kewenangan pemprov mengeruk, " tuturnya. 

Ditambahkan Ketua DPW Partai NasDem Sumsel ini, jika Pemprov Sumsel selama kepemimpinannya sudah menyiapkan  lahan, studi kelayakan, hingga konsultan dalam dan luar negeri untuk menghitung kelayakan ada di Tanjung Carat. 

"Pastinya provinsi tidak bisa operator, kalau bangun bisa tapi mengoperasikan (tidak) dan perlu kerjasama Kemenhub. Kebetulan persoalan tanah sudah selesai dan kebetulan jabatan saya berakhir dan kalau dipercaya masyarakat lagi dan Allah berkehendak memimpin, itu jadi target utama prioritas bukan jadi komoditas," tandasnya. 

Dengan banyaknya korban nyawa akibat kendaraan tonase besar masuk kota, pastinya adanya pelabuhan Tanjung Carat kedepan diharapkan bisa meminimalisir kecelakaan di jalan raya khususnya di kota Palembang, sehingga kedepan hal itu wajib direalisasikan.

"Karena  sudah  banyak saudara kita kecelakaan terlindas truk hilang nyawa, akibat kendaraan melintas di tengah kota, dan tidak ada tawar menawar pelabuhan harus pindah, " tegasnya. 

Disisi lain, akses untuk menuju ke pelabuhan Tanjung Carat selama ini sudah sempurna dalam kondisi sangat baik terjaga, hingga bisa terhubung ke jalan tol kedepan. 

"Ini memang disiapkan betul, bukan hanya kawasan baru tapi menggerakan stakeholder ekonomi, karena gerbang ekspor kita di situ dan tidak melalui provinsi lain, melalui Lampung dan sebagainya tapi kita bisa sendiri. Jadi mohon doanya masyarakat Sumsel, untuk saya mohon izin dan doa, dapat meneruskan pembangunan di Sumsel periode selanjutnya. Jadi mohon izin ya, " pungkas Herman Deru.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved