Pilkada 2024

LIPSUS : Gaet Influencer Dongkrak Popularitas, Strategi Balonkada di Pilkada 2024 di Sumsel -1

Peran influencer saat ini dinilai menjanjikan dalam mempromosikan usaha agar dikenal luas oleh masyarakat.

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Gaet Influencer Dongkrak Popularitas, Strategi Balonkada di Pilkada 2024 di Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peran influencer saat ini dinilai menjanjikan dalam mempromosikan usaha agar dikenal luas oleh masyarakat.

Salah satunya juga dikenal luas untuk sarana promosi bagi pasangan atau kandidat pemimpin daerah yang akan maju dalam pemilihan gubernur, walikota atau bupati yang menggandeng influencer sebagai juru bicara atau bekerja sama membuat program untuk menaikkan popularitas.

Bakal pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) tak memungkiri, menggaet influencer untuk meraih suara dari kalangan milenial dan Gen Z yang jumlahnya cukup signifikan.

Seperti yang diungkapkan Tim Pemenangan Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil gubernur Sumsel Herman Deru - Cik Ujang (HDCU), Alfrenzi Panggarbesi. HDCU telah menggaet Fikri Haikal sebagai juru bicara pemenangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024.

Dijelaskan Alfrenzi yang juga juru bicara Herman Deru, ditugaskannya komedian Fikri Haikal sebagai jubir, bertujuan untuk membangun suhu politik gembira dan menyenangkan.

"Selain itu dapat menyampaikan program kerja, hasil, dan pencapaian Herman Deru selama menjadi gubernur di periode pertama dengan cara yang fresh dan kekinian," katanya.

Hal senada diungkapkan tim pemenangan bakal pasangan calon Mawardi Yahya - RA Anita Noeringhati (MATAHATI), Amrah Muslimin jika pihaknya juga merangkul influencer Cek Daus.

Menurut Amrah, kelompok milenial atau Gen Z jumlahnya melebihi 50 persen sebagai mata pilih, dan itu sangat signifikan jika pendekatan- pendekatan dilakukan melalui hal- hal, yang paling dekat dengan kalangan milenial dan Gen Z itu sendiri.

Dijelaskannya, apa yang paling dekat dengan kelompok- kelompok Z itu, ya sekarang ini kelompok milenial dan Gen Z itu, yang paling dekat dengan mereka smartphone atau gadget mereka.

"Jadi cara mendekati kelompok- kelompok itu, adalah melalui konten- konten yang menarik melalui media sosial. Jadi penggunaan influencer adalah strategi tepat, menurut saya penggunaan influencer ini, lebih efisien dibanding penggunaan sistem kampanye yang lain," paparnya.

Ditambahkan mantan Ketua KPU Sumsel ini, jika saat ini tidak mungkin sosialisasi dan kampanye dilakukan secara konvensional yang pasti akan menguras tenaga dan biaya lebih besar.

"Bayangkan kita menyebar leflet atau baleho di beberapa ribu desa atas kelurahan yang ada. Beda dengan menggunakan influencer, mereka cukup buat konten yang kita mintakan mereka, membuat konten yang isinya adalah visi misi atau rencana strategi yang akan dibuat calon," paparnya.

Amrah mengungkapkan, jika dengan sangat efisien dan efektif karena kelompok generasi milenial cenderung, tidak melihat lagi pola- pola kampanye yang konvensi seperti penyebaran alat peraga dan sebagainya, hal itu akan dilakukan MATAHATI ke depan.

"Sudah saatnya, strategi kampanye itu dengan pendekatan- pendekatan, yang teknologi penggunaan medsos, dalam hal ini mengaktifkan dan merangkul influencer, " tandasnya.

Baca juga: Meski Belum Keluar Rekomendasi, NasDem Pastikan Usung Fitrianti Agustinda di Pilkada Palembang 2024

Baca juga: Pilkada Muratara 2024 Disebut Tak Menarik, Para Cakada Tak Memiliki Visi dan Misi yang Jelas

Tempat Khusus

Sedangkan Bakal calon Gubernur (Balongub) dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Heri Amalindo- Popo Ali (HAPAL) resmi menunjuk seorang anak muda bernama Okta Alfarisi atau yang akrab disapa Cek Okta sebagai juru bicara (Jubir) Milenial pada Pilkada November 2024.

Cek Okta adalah Tim Sukses (Timses) sekaligus Tenaga Ahli Lury Elza Alex Noerdin, putri Gubernur Sumsel periode 2008-2018 Alex Noerdin.

Ketua tim Pemenangan Rumah Bersama Heri Amalindo Firdaus Hasbullah mengungkapkan, penunjukkan Cek Okta menunjukkan komitmen Heri Amalindo untuk merangkul anak muda khususnya kalangan milenial dan Gen Z yang ada.

"Kita percaya bahwa adinda Okta bisa menjalankan tugasnya, sebagai Jubir mewakili kalangan milenial untuk bapak Dr Heri Amalindo. Kita tahu Okta pandai bergaul dan banyak prestasi mulai di media, organisasi kepemudaan dan komedian yang buat banyak bikin orang ketawa dan gembira, " jelasnya.

Ia mengungkapkan, jika kalangan melenial mendapat tempat yang khusus, dan jika dipercaya masyarakat Sumsel ke depan memimpin, Heri berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi Gen Z lewat salah satunya Akademi Digitalisasi.

"Jadi, kita berikan ruang keratifitas agar anak- anak muda bisa berinovasi, dan yang pasti kita suport anak- anak muda Sumsel, " pungkasnya.

Kolaborasi

Hal ini juga yang dilakukan oleh bakal calon Walikota Palembang Nandriani Octarina. Pengusaha muda itu juga mengakui bahwa komposisi suara anak saat ini muda 60 persen.

Dia menilai menggaet jubir dengan memilih influencer bisa saja dilakukan namun saya saat ini bekerjasama dengan influencer hanya untuk menaikkan popularitas saja.

"Kalau menjadikan mereka jubir belum karena saya juga muda," ujarnya, Kamis (13/6/2024).

Dia menilai kalau tokoh lain seperti pada Pilgub yang menggaet Fikri karena memang pasangan tersebut harus ada tokoh muda dan memang diakui ketokohannya.

Kalau Nandriani masih muda jadi hanya kolaborasi saja tidak menjadikan tokoh muda sebagai juru bicara.

Kalau mengkhususkan menjadikan influencer sebagai jubir Nandriani lebih prepare ke tokoh itu yang senior atau menjual.

"Balik ke tokoh muda lagi belum saat ini tapi sekarang saya berkolaborasi dengan yang mudah untuk menaikkan popularitas iya seperti yang saya lakukan," ujarnya.

Sementara itu Ratu Dewa yang digadang-gadang bakal maju pada Pilwakot Palembang juga gencar berkolaborasi dengan influencer karena sudah berapa kali membuat konten bareng.

Ratu Dewa menyebut belum menjatuhkan pilihan pada influencer sebagai jubir hanya berkolaborasi saja.

Dia menyebut influencer itu menawarkan kerjasama dengan mengundang podcast dan dia menyetujuinya.

"Belum menunjuk jubir hanya kolaborasi saja," ujarnya.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved