Pilgub Sumsel 2024

Holda-Meli Mustika Kini Terancam Bubar, Demokrat Usung Herman Deru-Cik Ujang di Pilgub Sumsel 2024

Holda sendiri mengaku akan tegak lurus dengan perintah partai, apapun putusan DPP Partai Demokrat, ia harus mematuhinya. 

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
Dua Srikandi yaitu, Bendahara DPD Demokrat sekaligus Ketua komisi IV DPRD Sumsel Ir Holda bersama anggota DPRD Sumsel fraksi PDIP Meli Mustika 'HoMe'. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  - Bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir Holda- Meli Mustika (Home), terancam bubar di tengah jalan sebelum mendaftar di KPU Agustus 2024 mendatang. 

Mengingat keduanya dari partai masing-masing, yaitu partai Demokrat (Holda) dan Meli (PDIP), hingga saat ini belum menunjukkan sinyal akan mendukung keduanya. 

Holda sendiri mengaku akan tegak lurus dengan perintah partai, apapun putusan DPP Partai Demokrat, ia harus mematuhinya. 

"Saya akan tegak lurus terhadap putusan partai, apapun nanti perintah partai, " kata Holda, Senin (10/6/2024). 

Dijelaskan ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini, jika partai Demokrat nanti telah menunjuk kader Demokrat Cik Ujang yang akan berkontestasi di Pilgub Sumsel maka dirinya akan legowo. 

'Kita patuh, bukan terpaksa tapi wajib, karena saya ibaratnya dilahirkan dan dibesarkan partai Demokrat, " tandas Bendahara DPD Partai Demokrat Sumsel ini. 

Baca juga: Herman Deru Unggul di Pilgub Sumsel 2024 Hasil Survei Elektabilitas, Holda: Jadi Motivasi Kita

Baca juga: Dapat Rekomendasi Hanura di Pilgub Sumsel 2024, Holda Terus Bangun Komunikasi Dengan Partai

Sekedar informasi, tensi kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 mulai semarak, dengan kehadiran bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. 

Selain akan ada mantan Gubernur Herman Deru akan menggandeng mantan Bupati Lahat Cik Ujang, terdapat juga nama eks Wakil Gubernur Mawardi Yahya akan berpasangan dengan Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (sebelumnya Harnojoyo), Heri Amalindo (Bupati PALI) bersama Popo Ali (Bupati OKU Selatan). 

Hadir juga sosok bakal pasangan calon dua Srikandi yaitu, Bendahara DPD Demokrat sekaligus Ketua komisi IV DPRD Sumsel Ir Holda bersama anggota DPRD Sumsel fraksi PDIP Meli Mustika. Kedua sepakat akan berpasangan dalam Pilgub Sumsel 27 November mendatang dengan tagline 'Ekonomi Hijau' untuk Sumsel sejahtera. 

Deklarasi kesepakatan keduanya dilaksanakan di Cafe Kopi Darat Jakabaring Palembang, Minggu (19/5/2024), yang dihadiri anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Sarjan Taher, dan suami dari Holda yaitu Herman dan 

"Motivasi saya maju gubernur karena terpanggil belum ada wanita yang maju Pilgub ataupun duduk sebagai Gubernur Sumsel, dan ini bisa memotivasi perempuan lainnya, " kata Holda

Dengan berlatar belakang dilahirkan di kabupaten Musirawas dan keluarga besar banyak sekali di Kabupaten Musirawas, Musirawas Utara dan Lubuk Linggau, keluarga ibunya dari Semendo Muaraenim dan sekolah serta tinggal di Palembang, Holda mengaku dapat dorongan keluarga besarnya untuk maju. 

Belum lagi daerah pemilihan (dapil) dirinya duduk di DPRD Sumsel selama 3 periode yaitu Lahat, Pagar Alam dan Empat Lawang, banyak yang mensuportnya untuk maju termasuk sang suami asli Empat Lawang.

"Adanya dorongan begitu besar yang ada di beberapa daerah itu merupakan awal untuk maju sebagai kepala daerah, kemudian juga saya melihat merasa terpanggil bahwa belum pernah ada perempuan yang berani maju untuk menjadi Kepala daerah provinsi Sumatera Selatan. Nah, inilah yang membuat tergelitik hati saya dan alhamdulillah gayung bersambut untuk hal yang sama dengan teman saya (Meli Mustika) untuk maju dalam kontestasi Pilkada, " paparnya. 

Meski ada kesepakatan bersama, dikatakan Holda, ia dan Meli masih berusaha untuk terus sosialisasi ke masyarakat, untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas, agar Partai kedua memberikan rekomendasi. 

"Tetapi kami masih tetap berupaya meningkatkan elektabilitas kami, meningkatkan perkenalan kami ini, untuk nantinya diusung masing-masing saya dari Demokrat dan Meli dari PDIP, " tuturnya. 

Diterangkan Holda, untuk maju Pilgub Sumsel sendiri dirinya sudah mendapat restu dari Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Cik Ujang dan anggota Majelis Tinggi Partai DPP Partai Demokrat Sarjan Tahir jauh- jauh hari, dan merespon dengan positif untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas terlebih dahulu. 

"Saya awalnya telah menghadap Ketua DPD dan saya tanyakan apakah ini sudah final kemarin Harnojoyo akan diusung ternyata belum katanya, da  saya pengin maju dan Alhamdulillah beliau senangnya bukan main. Karena motivasi beliau mempersilahkan elektabilitas tingkatkan dan popularitas. Termasuk juga pak Sarjan Tahir yang merupakan mentor saya memberikan dukungan yang nantinya keputusan ada di DPP," terangnya, seraya di 17 Kabupaten kota se Sumsel sudah terbentuk tim relawan Holda

Diungkapkan Holda ia sepakat akan berpasangan dengan Meli Mustika, karena merasa memiliki Chemistry dan kesamaan visi misi Ekonomi Hijau untuk kesejahteraan masyarakat Sumsel kedepan. 

"Kami berusaha menyakinkan DPP,  merebut tiket parpol yang ada, termasuk dua Partai kami (Demokrat dan PDIP) kedepan, " tegas Holda

Ditambahkan Holda, dikarenakan Partai Demokrat belum mengeluarkan SK rekomendasi pengusung Balongub dan Wagub Sumsel secara resmi (B1kwk), maka semua kader Demokrat tetap diberikan kesempatan untuk maju. Namun jika sudah keluar SK resmi dari DPP selalu kader Demokrat ia akan mematuhinya. 

"Saya akan tegak lurus, terutama apapun pemerintah Partai Demokrat pada saya sebagai calon gubernur Sumatera Selatan. Nantinya siapapun rekomendasi yang diberikan, apabila itu sudah diberikan maka saya akan tegak lurus dengan apa yang akan diberikan oleh DPP, karena tidak ada lain tapi tidak ada dua matahari yang dipimpin Ketum AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Apalagi almarhum ibu Ani (istri SBY) selama mensupport kader perempuan Demokrat untuk memimpin di lembaga eksekutif " paparnya. 

Sementara Meli Mustika menerangkan, jika dirinya dengan Holda membuat surat kesepakatan berdua untuk bersama-sama maju di Pilgub Sumsel.

"Terima kasih pada semua pihak ulyang sudah menghantarkan kami sampai ke kesepakatan, untuk menyatakan berpasangan sampai hari ini. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan, nantinya partai kami mendukung kami berdua, " capnya. 

Istri mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam ini pun menceritakan asal mulai keinginan mencalonkan diri, dan ia merasa terpanggil untuk membangun Sumsel. 

"Saya memang ingin sekali berbuat sesuatu, karena saya ini sudah berpartai ikut partai itu dari tahun 1999,jadi saya tahu betul karakter dari ketua umum  PDIP (Megawati) yang begitu mensupport kaum perempuan, yang begitu konsen terhadap perempuan untuk menjadi perempuan-perempuan yang lebih hebat, lebih maju dan lebih tangguh itu memang konsepnya, " tukas Meli. 

Meski begitu, Meli pun mengaku akan tegak lurus terhadap putusan PDIP kedepan, dan ia telah mengikuti mekanis Partai untuk bisa diusung nantinya. 

"Kita ikuti mekanisme partai, dan kita juga harus tegak lurus dengan partai. Saya berharap juga dari partai akan mendukung saya, tapi saya mempunyai keyakinan karena kaum perempuan itu adalah kaum yang di lebih diutamakan untuk di PDIP, dan itu yang membuat menjadi saya mempunyai keyakinan," pungkasnya.

Sementara Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Sarjan Tahir menegaskan meski DPP Partai Demokrat sudah memberikan surat penugasan kepada Ketua DPD Demokrat Sumsel Cik Ujang untuk maju Pilgub Sumsel berpasangan dengan Herman Deru, namun hal itu belum menjadi jaminan akan diusung Partai Demokrat nantinya. 

"Memang Partai Demokrat sudah mengeluarkan surat tugas, tapi surat tugas itu nanti akan menuju rekomendasi (diusung). Nanti kita lihat apakah Cik Ujang berhasil atau sebaliknya Holda yang berhasil, dan ini mekanisme partai untuk berjuang mendapatkan tiket menuju Pilgub Sumsel, " tandas Sarjan

Dilanjutkan Sarjan, pastinya semua kader punya hak untuk maju, selagi belum mendaftar di KPU dari rekomendasi Partai Demokrat secara resmi.

"Saya senang, ini dua Srikandi. Mereka mengatakan selama belum mendaftar ke KPU mereka berjuang untuk tiket itu. Jadi, kebih baik akhirnya hampir kalah, dibanding hampir menang, " pungkasnya. 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved