Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Traumanya Ega Saat Ungkap Detik-detik Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana di Subang, Keluar Lewat Atap

Ega (18), salah satu siswa SMK Lingga Kencana korban selamat dalam kecelakaan maut PO Trans Putera Raja di tanjakan Ciater Subang menyisakan trauma

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Ega (18), salah satu siswa SMK Lingga Kencana korban selamat dalam kecelakaan maut PO Trans Putera Raja di tanjakan Ciater Subang menyisakan trauma 

Setelah keluar dari bus, Ega dan teman-temannya dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat di Subang.

"Alhamdulilah, saya selamat dan tidak ada luka. Tetapi saya masih rasakan sakit di bahu," tuturnya.

Pada Senin (13/5/2024), Ega datang ke SMK Lingga Kencana Depok untuk mengambil barang-barang yang sempat terecer saat kecelakaan.

"Alhamdulilah tidak ada yang hilang. Koper, tas dan sepatu masih utuh," tandas Ega.

Tangis Orang Tua Siswa Tewas Dapat Santunan

Tangis pecah ibunda Dimas Aditya (17), satu dari 11 orang tewas kecelakaan bus PO Trans Putera Raja di tanjakan Ciater Subang saat mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja.

Marsani, ibunda Dimas Aditya terus meratapi kepergian putranya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut setelah perpisahan.

Diketahui, PT Jasa Raharja memberikan santunan ke keluarga korban kecelakaan rombongan bus di SMK Lingga Kencana Depok Senin (13/5/2024).

Marsani terisak tangis menyadari putra kesayangannya tidak bisa kembali sekalipun mendapatkan santunan.

“Dapat santunan juga anak saya tidak bisa kembali,” kata Marsani sambil menangis histeris usai menerima santunan dari PT Jasa Raharja di SMK Lingga Kencana Depok, Senin (13/5/2024), dilansir dari Trinunnewsdepok.

Menurut Marsani, almarhum Dimas merupakan sosok yang baik di mata keluarga.

“Dimas enggak pernah menyakiti hati saya,” ujarnya.

Kepergian Dimas menjadi pukulan kepedihan bagi Marsani dan keluarga.

Sementara itu seorang ibu dari korban bernama Ade Nabila Anggraini (19) bahkan menangis histeris hingga tubuhnya lemas menahan kesedihan.

Wanita berhijab hijau itu bahkan lunglai saat Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Purwantono menyerahkan berkas santunan kepadanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved