Pilgub Sumsel 2024

Jelang Pilgub Sumsel 2024, Mawardi Yahya Berpindah ke Lain Hati, Depak Harnojoyo Gandeng Anita

Sebelumnya Gubernur Sumsel 2003-2008 masih belum bisa memastikan kebenaran kabar bubarnya koalisi pasangan MAHAR.

Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Mawardi Yahya-Harnojoyo Saat Mendeklarasikan Diri Maju di Pilgub Sumsel 2024- Kini Jelang Pilgub Sumsel 2024, Mawardi Yahya Berpindah ke Lain Hati, Depak Harnojoyo Gandeng Anita 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dibeberapa grup whatsapps tersebar kabar Bakal Calon Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya yang merupakan Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini bakal diusung 5 partai untuk maju di Pilgub Sumsel 2024 yakni Gerindra, Golkar, PKS, PKB, dan Hanura.

Ini setelah santer isu koalisi MAHAR (Mawardi-Harnojoyo) bubar pasca mantan Walikota Palembang yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Palembang ini tidak dapat mendapatkan restu DPP Partai Demokrat.

Tiket partai berlambang Mercy ini sudah dipegang oleh mantan Bupati Lahat H Cik Ujang SH yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel dan siap menerima pinangan untuk menjadi pasangannya H Herman Deru SH MM.

Sedangkan informasi yang berkembang upaya Harnojoyo untuk mendapatkan tiket ke partai lain seperti Golkar juga terhalang dengan aturan partai tersebut bakal mengusung internal kader partainya, Anita Noeringhati, Singa Betina Parlemen.

"Belum tentu on proses (soal lima parpol pengusung). Langkah-langkah politik masih dilakukan," kata Panglima Perang Tim Pemenangan MAHAR, Ir H Syahrial Oesman MM ketika dikonfirmasi terkait isu mantan Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya bakal berpasangan dengan Ketua DPRD Sumsel Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel.

Sebelumnya Gubernur Sumsel 2003-2008 masih belum bisa memastikan kebenaran kabar bubarnya koalisi pasangan MAHAR.

"Belum saatnya karena keputusan politik antara Pak Mawardi dengan Pak Harnojoyo belum terjadi. Itu saja yang bisa saya sampaikan. Mungkin dalam waktu dekat ada bagaimana pisah atau tidaknya. Bisa jadi bisa tidak. Kalau terjadi tidak berpasangan, Pak Harnojoyo tetap membantu Pak Mawardi dengan latarbelakangnya," kata SO baru baru ini.

Mantan Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel ini juga sempat mengucapkan selamat ketika ditanya tanggapannya bakal berkoalisinya HD-CK (Herman Deru - Cik Ujang) Nasdem-Demokrat.

"Ya kita ucapkan selamat," kata SO yang offroad.

Baca juga: Jawaban Mawardi Yahya Soal Isu Cerai Dengan Harnojoyo, Siapkan Langkah Maju di Pilgub Sumsel 2024

Baca juga: Penjelasan Tim Mawardi Yahya-Harnojoyo Setelah Foto Saat Kunjungi Alex Noerdin di Rutan Pakjo Viral

Tak Mau jadi Pelakor

Pasca merebaknya kabar habis koalisi MAHAR (Mawardi Yahya - Harnojoyo), terbitlah MATAHARI (Mawardi - Anita Noeringati), DPD Partai Golkar Sumsel tak ingin menjadi Pelakor (Perusak Koalisi Orang).

"Kita tidak ingin kesannya Golkar menjadi PELAKOR perusak koalisi orang," ungkap Ketua Pemenangan Pemilu Sumsel 2 (Ketua PP) DPD Partai Golkar Sumsel DR Hilmin MPdi kepada Sripoku.com, Sabtu (11/5/2024).

Golkar menegaskan hingga kini belum ada pembahasan di internal pemenangan pemilu DPD Golkar Sumsel terkait munculnya MATAHARI ini.

"Kita tetap menghormati MAHAR (Mawardi-Harno) jangan diganggu keharmonisan rumah tangga mereka, kawinnya MAHAR sudah diikat dengan komitmen tertulis perjanjian di atas materai yang diumbar di media sosial, mereka belum cerai," tegas mantan anggota Fraksi Demokrat DPRD Ogan Ilir.

Menurutnya, DPD Partai Golkar Sumsel masih melaksanakan perintah DPP Partai Golkar surat nomor B-1138/DPP/GOLKAR/IV/2024 dalam arahan surat tersebut bidang pemenangan pemilu terus melakukan evaluasi dan mempelajari hasil survei sampai 3 kali survei.

"Awal agustus baru kami akan menentukan pasangan calon dan koalisi dengan siapa sebagaimana tahapan dan jadwal yang ditetapkan oleh DPP Golkar. Apabila ada perkembangan baru di luar surat penugasan terhadap fungsionaris bakal Kepala Daerah yang sudah ada dan didapatkan nama baru atau tokoh yang memiliki potensi untuk menang, maka kami dapat menyampaikan kepada DPP bidang pemenangan pemilu wilayah Sumsel," beber Hilmin.

Hilmin meyakinkan jika partai berlambang pohon beringin ini telah menyiapkan langkah-langkah politik dan berbagai pertimbangan yang sangat strategis.

"Kami masih berkeyakinan dengan situasi dan perkembangan politik yang ada saat ini, Golkar akan mengusung calon Gubernur bukan Wakil Gubernur.
Kita lihat saja nanti di waktu yang tepat dengan orang yang tepat, kami sudah menyiapkan langkah-langkah politik dan berbagai pertimbangan yang sangat strategis," pungkas Hilmin.

Dapat Wejangan Mantan Gubernur

JELANG Pilkada Sumsel 2024, Bakal Calon Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya mendapat wejangan dari Gubernur Sumatera Selatan periode 1998-2003 Laksda TNI (Purn) H Rosihan Arsyad.

Sripoku.com berkesempatan meliput pertemuan yang dikemas dalam jamuan makan siang bareng di Lantai 17 Hotel Aryaduta Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (11/5/2025).

Tampak hadir Panglima Tim Pemenangan MAHAR (Mawardi-Harnojoyo) Ir H Syahrial Oesman MM yang juga Gubernur Sumsel 2003-2008, Sekretarisnya Dhenie Zainal SE, Ketua Bappilu Partai Gerindra Banyuasin Agus Suhaery Arsyad.

Gubernur Sumatera Selatan periode 1998-2003 secara umum menyatakan dirinya mendukung semua yang membaktikan diri kepada Sumsel, untuk kemajuan Sumsel.

"Dan kalau kita lihat rasa-rasanya belakangan ini agak stagnan. Itu pengamatan kami, walaupun kami dari jauh di Jakarta, tapi mengikuti," ucap Rosihan membuka wawancaranya dengan Sripoku.com.

Dari pembicaraan dengan Mawardi, pensiunan perwira tinggi TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda ada harapan ingin membuat terobosan-terobosan seperti yang telah dilakukan gubernur-gubernur sebelumnya.

"Dan ini tentu saya sambut baik. Karena sesudah saya berbicara panjang lebar, saya tahu motivasi dari Pak Mawardi untuk mencalonkan. Dan mudah-mudahan terpilih menjadi gubernur. Karena beliau ini selain mempunyai pengalaman yang berjenjang yang cukup," kata Rosihan Arsyad yang lahir di Bengkulu 29 Juli 1949.

Mawardi dengan pernah menjadi Ketua DPRD OKI, kemudian menjadi Bupati dua periode di OI, dan menjadi Wakil Gubernur tentu mempunyai pemahaman yang luas tentang Sumatera Selatan.

"Apalagi niatnya saya nilai baik untuk kemajuan, bukan untuk kepentingan pribadi dan sebagai sesepuh Sumsel saya mengharapkan keberhasilan dan Pak Mawardi juga diharapkan memegang komitmen apa yang disampaikan bukan saja kepada saya, tapi kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk betul-betul membuat Sumsel ini maju terdepan dan bekesinambungan," ujar Rosihan.

Rosihan juga memantau perkembangan Mawardi yang sebelumnya mendeklarasikan diri akan berpasangan dengan mantan Walikota Palembang H Harnojoyo SSos dan kini dikabarkan bakal beralih menggandeng Ketua DPRD Sumsel Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel.

"Mudah-mudahan pasangan ini yang saya dengar Pak Mawardi akan berpasangan dengan Ibu Anita itu dapat menambah dinamisasi dan kekuatan dari katakanlah kaki-kaki yang ada di Sumsel. Baik dari partai sendiri maupun dari luar partai. Bagaimanapun kita bicara mengenai politik identitas karena tidak mungkin pemilu itu seperti di Amerika juga berkaitan dengan politik identitas dan pilihan wakil itu sangat menentukan saya kira sudah sangat tepat," paparnya.

Di penghujung wawancara, Rosihan berpesan sebagai tips bagi Mawardi Yahya dan Syahrial Oesman agar banyak membina ke bawah melalui kaki tangan atau organ yang ada di daerah-daerah.

"Tentu saya kira di bawah kepemimpinan Ketua Tim Sukses yang juga mempunya jaringan yang kuat di daerah, saya harapkan keberhasilan. Saya kira banyak faktor yang menentukan keberhasilan, tentu bagaimana pilihan-pilihan yang akan diambil segmentasi dari politik di Sumsel ini yang perlu diperhatikan," pungkasnya. (Sripoku.com/ Abdul Hafiz)

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved