Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Tangis Ibu Mahesya Siswa Tewas di Subang, Kenang Percakapan Terakhir, Ingin Bahagiakan Orang Tua

Tangis Rosdiana, ibunda Mahesya Putra pelajar SMK Lingga Kencana yang tewas kecelakaan bus di Subang.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Tangis Rosdiana, ibunda Mahesya Putra pelajar SMK Lingga Kencana yang tewas kecelakaan bus di Subang. 

Rosdiana juga mengingat bahwasanya Mahesya merupakan sosok yang semangat mengejar cita-citanya.

Bahkan, Mahesya bukan anak yang nakal dan banyak minta kepada orang tuanya.

"Dia itu orangnya semangat untuk mengejar cita-cita ya pokoknya orangnya nggak neko-neko dah, nggak pernah minta apa-apa yang ibunya gak bisa berikan. Pokoknya nggak neko-neko dia. Iya apa adanya," ujarnya.

Menurut Rosdiana, sebelum berangkat acara perpisahan sekolah di Bandung, Jawa Barat tidak ada gelagat yang mencurigakan.

Terungkap sosok sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas.
Terungkap sosok sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas. (Youtube Kompas TV)

Mahesya juga tidak menitipkan pesan apapun kepada ibunya sehingga Rosdianan tidak menaruh rasa curiga bakal kehilangan anaknya.

"Cuma saya bilang ke dia, enggak bisa ngasih ongkos banyak, dia bilang cukup ga ya bu, dia mau belikan oleh-oleh buat adiknya," tegasnya.

Rosdiana menjelaskan, anaknya berangkat dari sekolah Jumat (10/5/2024) pagi dan Sabtu (11/5/2024) seharusnya sudah pulang.

Baca juga: Pengakuan Sopir Bus Kecelakaan Rombongan SMK di Subang, Sebut Rem Blong Tak Ada Pilihan Lain

Namun, takdir berkata lain karena Mahesya dan beberapa temannya harus meninggal dunia usai bus yang ditumpanginya alami kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Rumah duka pelajar bernama Mahesya Putra dengan Dimas Aditya dan Intan Rahmawati hanya berjarak sekira 50 meter saja di Jalan Parungbingung, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/5/2024).

Sama seperti Mahesya, Dimas masuk dalam daftar korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Subang.

Didepan rumah Dimas ada karangan bungan dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus.

Persis di samping kiri rumah Dimas, adalah kediaman Intan Rahmawati dan keluarga kedua korban itu sudah menunggu kedatangan jenazah.

Bude Dimas, bernama Mariah menceritakan sosok keponakannya bernama Dimas Aditya semasa hidup.

Menurutnya, Dimas anak yang baik dan baru empat tahun ayahnya meninggal dunia.

"Dia pengem sekolah yang benar, ia ingin lulus terus kerja karena masih punya dua adik yang kecil-kecil," ucapnya, Minggu (12/5/2024), dikutip daro Tribunnewsdepok.com

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved