Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior

'Jangan Nakal' Pesan Ibu Tegar Sebelum Anak Aniaya Junior STIP Hingga Tewas, Tenangkan Diri Kecewa

Sebelum Tegar ditetapkan tersangka kasus penganiayaan juniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) hingga tewas sang ibu sempat memberikan pesan.

Dok Humas Polres Metro Jakarta Utara / Tribun News
'Jangan Nakal' Pesan Ibu Tegar Sebelum Anak Aniaya Junior STIP Hingga Tewas, Tenangkan Diri Kecewa 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Sebelum Tegar ditetapkan tersangka kasus penganiayaan juniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) hingga tewas sang ibu sempat memberikan pesan.

Ibu Tegar, Sri rupanya sempat memberikan pesan agar sang anak berbuat baik.

Baca juga: Keseharian Tegar Taruna STIP Aniaya Junior hingga Tewas Dikenal Sopan, Keluarga Tak Menyangka

Reaksi Ibu Tegar Tahu Anaknya Aniaya Junior di STIP Hingga Tewas, Lemas Tak Menyangka
Reaksi Ibu Tegar Tahu Anaknya Aniaya Junior di STIP Hingga Tewas, Lemas Tak Menyangka (IST Tribun Bali/ Tribun News Dok Humas Polres Metro Jakarta Utara)

Petuah ini diberikan Sri kala Tegar pulang ke rumahnya di Kampung Bulak, Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat beberapa hari sebelum kejadian.

"Kemarin Yon baru saya bilangin, Tegar jangan nakal di sekolah," jelas Triyono menirukan ucapan Sri saat ditemui Tribunnews.com di kediamannya, Minggu (5/5/2024).

Ia menambahkan, orangtuanya sudah mewanti-wanti jangan nakal terhadap sesama teman dan harus akur.

Namun siapa sangka jika Tegar kini harus berurusan dengan hukum.

Sebab Tegar menganiaya juniornya di STIP, Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga tewas.

Tegar melakukan pemukulan terhadap Putu Satria di ulu hati sebanyak 5 kali dan membuat juniornya itu terkapar.

Baca juga: Isi Rekaman CCTV Putu Satria Mahasiswa STIP Jakarta Tewas Dianiaya Senior, Dibopong dari Toilet

Baca juga: 7 Fakta Putu Satria Mahasiswa STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior, Dipukul Perkara Baju

Sri yang mengetahui perbuatan Tegar lantas merasa lemas lantaran tak menyangka putranya menewaskan juniornya, Putu Satria Ananta Rustika (19).

Sri merasa sangat syok hingga mengurung diri dan menghindari komunikasi dari pihak manapun.

Hal ini diungkap oleh Paman Tegar, Triyono saat Sri mengetahui bahwa anak bungsunya dipastikan sebagai tersangka.

“Sempat tidak di rumah dan tidak tahu kemana, itu untuk nenangin pikiran, dan bukan menghindar, saya hari Kamis (2/5/2024) ke rumahnya memang udah lemes banget kayak abis pingsan,” kata Triyono saat ditemui di kediamannya Jalan H Banir, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (6/5/2024) lalu dilansir dari Tribun Jakarta

Menurut Triyono, kondisi Sri hingga saat ini sangat lemas.

“Syoknya ibunya sudah tiga sampai lima hari ini, lemes aja keadaan fisiknya,” kata Triyono.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved