Berita Selebriti

Polisi Soroti Yudha Arfandi Ngaku Tenggelamkan Dante Untuk Latih Nafas, Tak Punya Sertifikasi

Pihak kepolisian menyoroti Yudha Arfandi yang tenggelamkan Dante dengan alasan untuk melatih pernapasan, sebut tak punya sertifikasi pelatihan renang

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Moch Krisna
KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS
Polisi Soroti Yudha Arfandi Tenggelamkan Dante Latih Napas, Tak Punya Sertifikasi Pelatihan Renang 

Awalnya mereka berenang di kolam sedalam 130 cm atau 1,3 meter.

Lalu 20 menit kemudian ketiganya pindah ke kolam dengan kedalaman 1,5 meter.

"Caranya dengan memegang pinggang korban dan menggunakan kedua tangan tersangka," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra dilansir dari Tribun Bogor.

Baca juga: Alasan Yudha Arfandi Tenggelamkan Dante Saat Berenang, Ngaku Beri Latihan Pernapasan: Biar Ga Takut

Bahkan ia terus menarik kaki Dante saat akan menepi mengambil napas.

"Tersangka menarik badan atau kaki korban agar terus berenang, tersangka melakukan hal itu kurang lebih 4 kali," jelasnya.

Wira menuturkan, selama 12 kali menenggelamkan Dante, waktunya berbeda-beda.

"Variasi waktu 14 detik, 4 detik, 2 detik, 24 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik dan 26, yang terakhir adalah 54 detik," tuturnya.

Selain itu Yudha Arfandi juga memiliki siasat melakukan aksi kejinya.

"Setiap korban mau gapai tepi kolam tersangka menarik badan maupaun kaki korban agar tetap terus berenang. Tersangka melakukan hal tersebut 4 kali," katanya.

"Tersangka melihat ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang yang melihat, lalu kemudian membenamkan korban ke dalam kolam sebanyak 12 kali," katanya.

(kiri) Ilustrasi. Beginilah kronologi penangkapan YA, kekasih artis Tamara Tyasmara atas kasus kematian, Dante(6) tewas tenggelam di kolam berenang, polisi ungkap dilakukan di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
(kiri) Ilustrasi. Beginilah kronologi penangkapan YA, kekasih artis Tamara Tyasmara atas kasus kematian, Dante(6) tewas tenggelam di kolam berenang, polisi ungkap dilakukan di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. (Unsplash/Nathan Dumlao/Instagram/tamaratyasmara)

Yudha Arfandi juga sempat ketahuan penjaga kolam.

Namun lagi lagi ia berhasil mengelabui orang atas aksinya menenggelamkan Dante.

"Di situlah sebentar, (karena) ketika ada live guard lewat diangkat," pungkasnya.

Ia selalu mengangkat Dante ketika ada orang yang lewat.

"Betul-betul seolah-olah dikemas kematian korban akibat tenggelam," kata dia.

Baca juga: Pengakuan Angger Dimas Sempat Dilarang Bertemu Dante, Tak Tau Putranya Sering Dititipkan ke Yudha

Dante sengaja ditenggelamkan selama 52 detik.

"Dengan durasi waktu yang bervariatif, 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 76 detik, 17 detik, 8 detik dan 26 detik. yang terakhir 54 detik," kata Kombes Sira Satya Triputra.

Setiap kali Dante hendak mengambil napas ke tepi kolam, selalu dihalangi Yudha Arfandi pacar Tamara Tyasmara.

"Korban berusaha berenang ke tepian kolam, namun tersangka melakukan gerakan mencurigakan sehingga korban tidak dapat meraih ke tepi kolam," katanya.


Hasil Autopsi Jasad Dante Anak Tamara Tyasmara

Lebih jauh, pihak penyidik kepolisian mengurai hasil sementara perkembangan kasus Dante pada Senin (12/2/2024).

Saat itu dr Farah Primadani Kaurow yang mewakili Polda Metro Jaya mengungkap beberapa temuan di tubuh Dante.

Pakar Bongkar 2 Kemungkinan, Yudha Arfandi Tega Tenggelamkan Dante, Anak Tamara Tyasmara, Berencana?
Pakar Bongkar 2 Kemungkinan, Yudha Arfandi Tega Tenggelamkan Dante, Anak Tamara Tyasmara, Berencana? (Kolase Tribunsumsel.com)

Seperti diketahui, proses autopsi terhadap jasad Dante telah dilakukan pada tanggal 6 Februari 2024 lalu atau 10 hari setelah almarhum dimakamkan.

Namun kini dokter forensik yang juga pernah menangani jenazah Brigadir J itu mengurai bebarapa temuan.

Pertama, dr Farah mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Dante.

"Jenazah almarhum sudah dalam kondisi pembusukan lanjut. Beberapa kulit di daerah wajah, dada, leher, sudah menghilang sebagian. Di kulit bagian lain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Di bagian tulang juga tidak ditemukan tanda-tanda patah maupun retak," ungkap dr Farah.

Sedangkan, untuk temuan kedua ia membongkar kondisi organ dalam tubuh Dante.

Diketahui jika rgan paru-paru Dante sudah mencair karena terlalu banyak menampung air.

"Pada autopsi, organ tubuhnya sebagian sudah membusuk. Kedua parunya sudah mencair. Kami asumsikan karena banyaknya air yang masuk. Sehingga paru mencair," kata dr Farah.

Baca juga: Reaksi Pakar Soal Dante Tewas, Soroti Petugas Kolam Renang Saat YA Tenggelamkan Anak Tamara Tyasmara

Selain itu ia juga membuktikan asumsi bahwa Dante meninggal karena tenggelam, tim dokter forensik pun melakukan serangkaian pemeriksaan.

Satu yang utama adalah dengan memeriksa sumsum tulang belakang Dante yang terletak di paha almarhum.

"Untuk memastikan tenggelam, sumsum tulangnya (korban) kami ambil untuk melakukan pemeriksaan pemeriksaan tumbuhan air. Karena di setiap air menggenang pasti akan ada tumbuhan airnya. Di sumsum tulangnya dan hati kami temukan tumbuhan air dan ganggang," imbuh dr Farah.

Dari sana, tim dokter forensik akhirnya memastikan penyebab tewasnya Dante.

Bahwa anak Tamara Tyasmara dan Angger Dimas itu meninggal dunia akibat tenggelam.

"Bibirnya keunguan, kuku korban semuanya ungu, itu menunjukan korban kekurangan oksigen berat. Autopsinya kami temukan tumbuhan air di hati dan sumsum tulang. Kami asumsikan korban meninggal karena tenggelam," kata dr Farah.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

(*)

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved