Breaking News

Remaja Tewas Tawuran di Palembang

Pengakuan Pelaku Tawuran Tewaskan Remaja di Palembang, Tusuk Korban 3 Kali, Kaget Dijemput Polisi

Pengakuan Pelaku Tawuran Tewaskan Remaja di Palembang, akui dapat panggilan tawuran dari chat hingga tusuk korban sebanyak 3 kali

Penulis: andyka wijaya | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/ANDYKA WIJAYA
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap RN (30) salah satu pelaku tawuran yang menelan korban jiwa di Palembang, Jumat (9/2/2024) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- RN (20) pelaku tawuran yang menewaskan Putra Alam (19) hanya bisa terduduk lemas saat berada di ruang pemeriksaan Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (9/2/2024). 

Kepada polisi, RN mengaku dirinya adalah bagian dari Kelompok Enjoy Galo yang melakukan aksi tawuran di Jalan Yusup Singadekane tepatnya di depan Komplek Citraland Palembang. 

Mendapat ajak tawuran melalui chat, RN mengaku terpanggil untuk menerimanya. 

"Kami ini diajak pak lewat chat oleh anak-anak  Tim Hore dan Pandawa, Gandus ," ujarnya dengan kepala tertunduk.

RN bersama rombongannya menggunakan sepeda motor pergi ke lokasi tawuran yang sudah disepakati sekira pada Jumat, (9/2/2024), sekitar pukul 03.00.

Disana mereka bertemu dengan kelompok Kita Ngawur yang salah satu anggotanya adalah korban sendiri. 

"Disana pak kami bertemu dengan rombongan korban mereka," ungkapnya. 

Korban tawuran yakni M Putra Alam (19), warga Jalan Remifa Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Palembang, telah dibawa ke rumah duka.
Korban tawuran yakni M Putra Alam (19), warga Jalan Remifa Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Palembang, telah dibawa ke rumah duka. (andi wijaya/sripoku.com)

Melihat ada salah satu musuhnya yang sedang dikeroyok, RN ikut mendekat dan melakukan penganiayaan. 

"Jujur pak saat itu saya ikut menusuk korban, saya itu saya menusuk mengunakan Pisau, mengenai tangannya, sebanyak tiga kali," ujarnya. 

Korban yang sudah tak kuat menahan serangan akhirnya terkapar dengan kondisi bersimbah darah.

Melihat iyu, RN bersama rekan-rekannya langsung lari meninggalkan korban di lokasi kejadian.

"Saat korban terkapar di TKP, teman teman yang lain pada kabur. Saya juga ikut kabur pak dan tadi saya terkejut di jemput polisi," katanya. 

RN pun mengakui perbuatannya salah.

"Saya tidak menyangka pak korban meninggal dunia, saya mengaku salah," ungkapnya. 

SEBELUMNYA Hasil pemeriksaan jenazah Putra Alam (19) remaja di Palembang yang tewas akibat tawuran menunjukkan adanya luka parah akibat bacokan senjata tajam. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved