Istri Otak Pembunuhan Suami di Karawang

Nasib Ossy Claranita, Istri di Karawang jadi Otak Pembunuhan Suami, Terancam Penjara Seumur Hidup

Kepala Polres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan Ossy dan Pandu dijerat Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 56 dan atau Pasal 365 ayat (3) HUHPi

|
Editor: Weni Wahyuny
(KOMPAS.COM/FARIDA)
Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan yang didalangi istri korban di Mapolres Karawang, Selasa (16/1/2024). Ossy tersangka pembunuhan suami di Karawang terancam penjara seumur hidup 

TRIBUNSUMSEL.COM, KARAWANG - Ossy Claranita (32), seorang istri di Karawang, Jawa Barat, terancam penjara seumur hidup usai menjadi otak pembunuhan suaminya, Arif Sriyono, buruh pabrik PT Toyota Indonesia.

Tak sendiri, Ossy merencanakan pembunuhan sang suami dengan adik kandungnya, Pandu (19).

Ossy pula melibatkan orang lain sebagai eksekutor pembunuhan Arif.

RZ, sang eksekutor diupah Rp1,5 juta untuk menghabisi nyawa korban.

Kepala Polres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan Ossy dan Pandu dijerat Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 56 dan atau Pasal 365 ayat (3) HUHPidana jo Pasal 56 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana.

Ancaman hukumannya 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

Baca juga: Nekat Sewa Pembunuh, Ossy Istri Bunuh Suami di Karawang Kini Akui Menyesal: Tapi Mau Gimana Lagi?

Berikut ini fakta-fakta terkait pembunuhan Arif Sriyono

1. Ditemukan tewas bersimbah darah

Pada Selasa (9/1/2024) sekitar pukul 00.17 WIB, warga menemukan Arif Sriyono tergeletak di pinggir irigasi sasak misran, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat.

Arif didapati dalam keadaan memakai helm dan bersimbah darah. Sedang motornya tidak ada.

Warga kemudian mengira Arif adalah korban begal. Baca juga: Jasad di Karawang Bukan Korban Begal, Istri Otaki Pembunuhan Suami

2. Ada 17 Saksi dan istri tolak otopsi

Polisi memeriksa 17 orang saksi. Mulai dari warga hingga keluarga dekat korban.

Warga yang malam itu melakukan ronda di sekitar lokasi mengaku melihat dua orang yang membawa motor di sekitar lokasi.

Polisi menaruh kecurigaan saat istri korban, Ossy Claranita (32) menolak jasad suaminya diotopsi dengan alasan masih berduka dan tak tega.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved