Anak Hilang di Kebun Empat Lawang

19 Jam Hilang di Kebun Kopi, Bocah 5 Tahun di Empat Lawang Ditemukan Nangis di Bawah Pohon Bambu

Anak hilang di kebun kopi di Kabupaten Empat Lawang ditemukan menangis diantara rimbunan pohon bambu.

|
DOK WARGA
SR (5) berhasil ditemukan setelah dilaporkan hilang 19 jam di kebun kopi milik orangtuanya di Kabupaten Empat Lawang, Senin (15/1/2024). 

Peristiwa anak di Empat Lawang di kebun bukan yang pertama kali terjadi. 

Gilang Noprianto bocah usia 5 tahun di Desa Nanjungan, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Empat Lawang tersesat di hutan 3 hari 3 malam di kebun cokelat hingga pinggiran hutan.

Gilang sebelumnya tersesat hingga 3 hari 3 malam sendirian lamanya usai ikut ayahnya perbaiki saluran air di kebun cokelat.

Gilang ditemukan dalam keadaan lemas dan kelaparan oleh warga dan petugas yang telah mencarinya selama 3 hari 3 malam lamanya.

Cerita Gilang Noprianto bocah usia 5 tahun di Empat Lawang tersesat di hutan 3 hari 3 malam di kebun, makan durian tetapi tidak bisa dikupas. Gilang berrsama ayahnya Ahmad Mulyana, Selasa (7/11/2023).
Cerita Gilang Noprianto bocah usia 5 tahun di Empat Lawang tersesat di hutan 3 hari 3 malam di kebun, makan durian tetapi tidak bisa dikupas. Gilang berrsama ayahnya Ahmad Mulyana, Selasa (7/11/2023). (TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON)

Kepada wartawan Ahmad Mulyani ayah dari Gilang Noprianto bercerita hingga saat ini dirinya masih belum bisa banyak bertanya kepada anaknya sebab anaknya belum bisa dibujuk untuk bercerita.

"Kalau menurut cerita anak saya selama 3 hari 3 malam ia sampai di tempat ia ditemukan itu yang membawanya adalah bapaknya atau saya, ibunya, dan uwaknya," kata Ahmad Mulyana, Selasa (7/11/2023).

Selain itu anaknya bercerita selama 3 hari 3 malam anaknya menghilang di perkebunan cokelat hingga masuk pinggiran hutan Gilang Noprianto mengaku memakan buah durian.

"Makannya buah durian katanya, akan tetapi tidak bisa dikupas duriannya karena tidak ada pisau," ujarnya.

Selain itu saat pertama kali Gilang bertemu dengannya setelah berhasil ditemukan usai 3 hari 3 malam tersesat Gilang menyampaikan keluhan kapadanya.

"Ia bercerita lecet-lecet di kaki dan tangannya ia dibawa oleh bapaknya ke rumpun bambu terus terjatuh terus kena sepatu boots. Selain itu saat ditemukan Gilang bercerita Uwak, ibu dan bapaknya menghilang," jelasnya.

Iklan untuk Anda: Jawaban Modul 2 Salah Satu Perubahan Struktur Kurikulum Pada Kurikulum Merdeka di Jenjang SMP Adalah
Advertisement by
 
Ahmad Mulayana juga bercerita dan membenarkan jika anaknya Gilang bukanlah orang pertama yang tersesat di lokasi tersebut, sebelumnya sudah ada 6 orang yang juga pernah tersesat di sana.

Kronologi Ditemukannya Gilang Noprianto

Kronologi ditemukannya Gilang Noprianto bocah 5 tahun di Desa Nanjungan, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Empat Lawang yang tersesat di perkebunan usai ikut ayahnya perbaiki saluran air.

Gilang pertama kali ditemukan oleh Sihardin (52) dan Herman (45) dalam keadaan lemas sebab kelaparan di Sungai Gemuru Kecamatan Pasemah Air Keruh pada Jumat 3 November sekitar jam 14:50.

Jarak lokasi ditemukannya Gilang dengan lokasi awal dia menghilang yakni sekitar 3 hingga 5 km.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved