Berita Muratara

Ongkos Haji 2024, Pesan Kasi PHU Kankemenag Muratara untuk CJH: Jangan Jadi Beban Pikiran

Kantor Kankemenag Muratara masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait ongkos haji 2024.

|
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Kabupaten Muratara di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit. Kantor Kankemenag Muratara masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait ongkos haji 2024 dan mengimbau jangan jadi beban calon jemaah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait ongkos haji 2024.

Sebagaimana diketahui, pemerintah dan Komisi VIII DPR RI telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 sebesar Rp 93,4 juta.

Namun begitu, calon peserta haji hanya membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp 56 juta.

Menanggapi hal itu, Kepala Kankemenag Muratara, Ikral melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Mohammad Ali mengatakan pihaknya di daerah pada hakikatnya mengikuti ketetapan dari pusat.

"Sebagian jemaah memang sudah ada yang nanya soal itu, kami sampaikan jangan terlalu jadi pikiran, niat kita mau ibadah, insyallah dimudahkan segala urusan," kata Mohammad Ali dikonfirmasi Jumat (1/12/2023).

Baca juga: Keluarga Ungkap Pesan Terakhir Junita Calon Pengantin Wanita di Palembang Hilang, Jangan Dicari

Pihaknya di daerah tentu nantinya akan mensosialisasikan mengenai ongkos baru biaya haji tersebut kepada calon jamaah yang akan berangkat tahun 2024.

Ditanya soal masa pelunasan, Mohammad Ali mengatakan saat ini belum ada perintah kepada calon jemaah untuk melunasi.

"Untuk sekarang belum ada perintah melunasi, sekarang cek kesehatan dulu baru ada perintah melunasi, kalau dulu melunasi dulu baru cek kesehatan," ujar Mohammad Ali.

Pihaknya terus memotivasi calon jamaah soal ada perubahan biaya haji 2024 tersebut agar tidak terlalu menjadi beban pikiran.

"Karena seperti tahun lalu sudah ada perubahan ongkos tapi di Muratara tidak terlalu berpengaruh," katanya.

Dia menambahkan, untuk jumlah calon jemaah yang akan berangkat tahun 2024 adalah sebanyak 54 orang.

"Yang sudah kita panggil ada 54 jamaah, untuk sementara segitu, tapi kita tidak tahu nanti apakah ada penambahan atau tidak," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved