Berita Ogan Ilir

Kapolsek Muara Kuang OI Dorong Pelajar Tak Bolos Sekolah, Sanksi Pushup dan Hormat Bendera

Kapolsek Muara Kuang, Iptu Alimin mengatakan pelajar yang kedapatan keluyuran di jam sekolah, maka akan dibina di Mapolsek Muara Kuang.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Kapolsek Muara Kuang Iptu Alimin mengawasi pelajar yang diberi sanksi hormat bendera, Jumat (1/12/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Aparat Polsek Muara Kuang di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menaruh perhatian khusus pada pelajar yang kedapatan bolos sekolah.

Kapolsek Muara Kuang Iptu Alimin mengatakan persoalan pelajar ini dinilai penting di samping upaya Harkamtibmas di wilayah hukumnya.

Bagi pelajar yang kedapatan keluyuran di jam sekolah, maka akan dibina di Mapolsek Muara Kuang.

Mereka pelajar yang masih bandel akan diberi sanksi pushup dan hormat bendera.

Untuk penerapan program yang diberi nama "Ayo Sekolah" ini, Polsek Muara Kuang melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke sekolah-sekolah.

"Kami sampaikan bahwa anak muda masa depan bangsa ini merupakan tanggung jawab kita bersama saat mereka masih duduk di bangku sekolah," kata Alimin kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Jumat (1/12/2023).

Baca juga: Ayah Kenang Detik Terakhir Bersama Dio Petugas Damkar OKU Gugur Saat Bertugas, Tak Sempat Bicara

Sosialisasi di antaranya berisi motivasi agar siswa fokus belajar dan meraih prestasi guna menggapai cita-cita.

Kemudian ajakan untuk tidak bolos sekolah, keluyuran dan melakukan hal-hal tidak bermanfaat lainnya di jam sekolah.

"Saya sampaikan kepada para pelajar, dulu saya anak yatim piatu. Kalau saya bisa jadi polisi seperti sekarang, adik-adik tersebut juga Insya Allah bisa meraih cita-cita mereka," ujar Alimin.

"Harus punya tekad, semangat dalam belajar," imbuhnya.

Setelah sosialisasi dilakukan, personel Polsek Muara Kuang melaksanakan patroli termasuk di jam-jam sekolah.

Jika menemukan siswa yang keluyuran, maka dilakukan pembinaan dan dipanggil guru beserta wali siswa bersangkutan.

Pelajar juga dikenakan hukuman fisik berupa push up dan hormat bendera, ini sekaligus mengingatkan akan perjuangan para pahlawan terdahulu demi merah putih.

"Seperti hari ini, ada siswa yang sudah beberapa minggu tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Kami beri sanksi hormat bendera," ungkap Alimin.

Mantan Kapolsek Buay Madang Timur, Polres OKU Timur ini juga menyoroti fenomena di mana banyak guru yang takut memberi sanksi pada siswa karena khawatir terjerat kasus hukum.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved