Berita Banyuasin
Cerita Guru dari Banyuasin, Berangkat Mengajar Pagi Isap Asap, Pulang Penuh Debu
Cerita seorang guru dari Banyuasin yang tetap harus mengajar di tengah kondisi udara yang penuh asap akibat karhutla.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Kecamatan Muara Padang sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat saat dipagi hari.
Karena tebalnya kabut asap membuat warga memutuskan untuk mengenakan masker. Tetapi, ada pula warga yang santai dan tidak menggunakan masker.
Keluar rumah meski kondisi penuh asap kadang memang tidak bisa dihindari.
Seperti cerita seorang guru dari Banyuasin yang tetap harus mengajar di tengah kondisi udara yang penuh asap akibat karhutla.
Berangkat mengajar pagi hari isap asap, sedangkan saat pulang jalan yang harus dilintasi penuh debu.
"Kalau pagi itu, bau asapnya tercium sekali. Bau asap bekas bakaran sangat terasa, karena takut nanti masuk ke hidung makanya saya pilih pakai masker saat akan berangkat mengajar," ujar Nes, Kamis (28/9/2023).
Baca juga: Sering Transaksi Narkoba, Dua Pemuda Asal Muara Enim Ditangkap Saat Melintas di PALI
Lanjutnya, karena pergi menuju ke sekolah tempatnya mengajar dengan mengendarai sepeda motor, mau tidak mau laju kotor juga harus diperlambat. Hal ini, karena jarak pandang yang berkurang lantaran jalan juga diselimuti kabut asap.
Asap yang menyelimuti tidak hanya pagi saja, menjelang siang asap tetap terlihat. Warga menduga, kabut asap yang menyelimuti Kecamatan Muara Padang merupakan kiriman dari Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu.
"Karena kemarau, tidak hanya kabut asap saja, tetapi juga debu yang beterbangan. Jadi lengkap, pagi hisap asap besar kebakaran lahan, siangnya hisap debu," pungkasnya.
Sebagai seorang guru, kerap kali ia meminta para siswanya untuk tidak banyak berada di luar ruangan kelas. Selain itu, para siswa juga diminta untuk mengenakan masker ketika berangkat ke sekolah.
Sedangkan Kades Tirto Raharjo Kecamatan Muara Padang Banyuasin Feri Afandy mengungkapkan, memang saat pagi kabut asap sangat tebal menyelimuti wilayahnya.
"Saya sudah mengimbau warga, sebaiknya ketika keluar rumah atau aktivitas menggunakan masker. Karena, kabut yang ada sekarang merupakan kabut asap bekas kebakaran lahan," ungkapnya.
Feri juga menghimbau warganya, setidaknya dapat menyirami halaman depan rumah yang kering menggunakan air yang ada di parit agar debu tidak beterbangan.
"Sekarang kemarau, jadi debu juga beterbangan tidak hanya saat ada orang yang melintas dengan kendaraan, tetapi juga karena tertiup angin. Setidaknya, dapat mengurangi debu bila sering disiram air," pungkasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
Dijual Rp 58 Ribu per 5 Kg, 4 Ton Beras Ludes dalam Sejam Saat Pasar Murah di Merah Mata Banyuasin |
![]() |
---|
Ada Kecelakaan, Jalintim Seputaran Talang Kelapa Berpotensi Macet, Polisi Beri Imbauan ke Pengendara |
![]() |
---|
Resmi Dibentuk, Koperasi Merah Putih di Banyuasin Belum Berjalan, Kini Masih Terkendala Modal |
![]() |
---|
Demi Kurangi Kemacetan, Simpang Tugu Polwan Banyuasin Bakal Dibangun Jalan Alternatif |
![]() |
---|
Tolak Dipindah Karena Jauh, Pedagang di Pasar Pangkalan Balai Gelar Aksi di Kantor DPRD Banyuasin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.