Berita Nasional

Rekam Jejak Alifurrahman, Sebar Isu Prabowo Tampar & Cekik Wamen, Pernah Dipolisikan karena Konten

Lewat kanal tersebut, Alifurrahman kerap mengunggah video di mana dirinya menanggapi berbagai isu.

Editor: Weni Wahyuny
YouTube SewordTV/Tim media Prabowo Subianto
(kiri) Rekam jejak Alifurrahman yang sebar isu Prabowo Subianto (kanan) menampar dan mencekik wakil menteri 

TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Alifurrahman belakangan jadi sorotan setelah menyebarkan isu bakal calon presiden (bacapres) sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menampar dan mencekik seorang wakil menteri saat rapat kabinet.

Isu tersebut bahkan langsung ditepis pihak Prabowo Subianto.

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan isu tersebut adalah hoaks.

Bahkan, Danil mengatakan sosok Alifurrahman sejak dulu konsisten menebar hoaks dan fitnah.

"Hoaks dan penipuan. Orang ini konsisten menebar hoaks dan fitnah," kata Dahnil saat dihubungi Tribunnews.com via pesan singkat, Senin.

Meski demikian, Dahnil belum merespons saat ditanya apakah pihaknya akan mengambil langkah hukum.

Bagaimana rekam jejak Alifurrahman

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Alifurrahman dikenal sebagai pemilik media online, Seword.

Seword diketahui juga memiliki kanal YouTube bernama SewordTV.

Baca juga: Awal Mula Isu Prabowo Tampar & Cekik Wamen Viral Disebar Alifurrahman, Juru Bicara Prabowo: Hoaks

Lewat kanal tersebut, Alifurrahman kerap mengunggah video di mana dirinya menanggapi berbagai isu.

Salah satunya adalah komentarnya mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal data intelijen partai politik dan konflik di Rempang, Batam, Kepulauan Riau dalam video berjudul Alifurrahman: PERINGATAN JOKOWI, ADA KAITAN RIBUT REMPANG DAN DATA PARTAI.

Pada 2017 silam, Alifurrahman pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh PP Muhammadiyah karena konten-kontennya di Seword dianggap hoaks.

"Situs tersebut kami nilai sebagai salah satu produsen hoaks selama ini," kata Pimpinan PP Muhammadiyah kala itu, Siswanto, kepada Kompas.com, Selasa (10/10/2017) malam.

"Terbukti dari postingan-postingan opini yang dimuat merupakan tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya."

"Lebih bersifat tendensius, menyebar kebencian dan memancing provokasi bernuansa SARA," lanjut dia.

Baca juga: Ade Armando Soroti Alifurrahman Penyebar Isu Prabowo Tampar & Cekik Wamen, Singgung PDIP: Memalukan!

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved