Berita Palembang
Walhi Sebut Sumsel Lumbung Asap, Sorot Kebakaran Hutan yang Berulang Setiap Tahun
Walhi Sebut Sumsel Lumbung Asap, Sorot Kebakaran Hutan yang Berulang Setiap Tahun
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel menyebut wilayah Sumsel sebagai 'lumbung asap'.
Julukan itu diberikan Walhi sebab setiap tahunnya wilayah Sumsel selalu terjadi kebakaran hutan yang juga berdampak pada buruknya kualitas udara alias tidak sehat.
Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Yulisman mengatakan, Sumsel adalah salah satu provinsi yang menjadi langganan kebakaran hutan saat musim kemarau.
Hal ini tentu saja menjadikan Sumsel sebagai salah satu wilayah penyumbang kabut asap.
"Ditahun ini kalau melihat tren perjalanannya di Sumsel tidak selesai-selesai soal kabut asap, maka Walhi menyebutnya Sumsel lumbung asap," kata Yulisman saat dikonfirmasi, Selasa (5/9/2023).
Baca juga: Jerit Tangis Balita di Makassar Dilindas Pajero Tetangga, Sang Ibu : Kuambil Anakku, Kubawa ke Rumah
Menurutnya, mulai 2015 dan 2019 curah hujan sedikit apalagi tahun ini juga terjadi el nino sehingga menyebabkan kemarau ekstrim.
Yulisman menegaskan, kabut asap merupakan bencana ekologi bukan akibat alam, tapi akibat faktor manusia.
Beda halnya dengan bencana alam.
"Kenapa Walhi memberikan stigma Sumsel lumbung asap, karena selalu berulang, tidak selesai-selesai baik pencegahan maupun pemadaman misalnya terjadi kebakaran. Dalam posisi itu Walhi melihat banyak faktor di Sumsel ini rentan sekali lahan terbakar ketika musim kemarau," ungkapnya
Seperti yang diketahui, banyak aktivitas industri baik itu kelapa sawit maupun HTI yang menggunakan area lahan cukup luas.
Yusliman mengungkapkan, HTI di Sumsel lebih dari 1 juta hektare, begitu pun perkebunan kelapa sawit lebih dari 1 juta hektare.
Artinya secara bentang alam, secara landscape sudah terjadi perubahan bentang alam karena aktivitas tadi.
Celakanya beberapa industri proyek perkebunan maupun HTI merusak hutan dan gambut, secara kondisi merusak ekosistem dan bentag alam, maka wajar ketika kemarau rentan terjadi kebakaran.
Pemprov Sumsel Tetapkan SMA, SMK dan SLB Belajar Secara Online 1-2 September 2025, Terkait Ada Aksi |
![]() |
---|
Pesan Ratu Dewa Saat Aksi di Palembang, Tetap Jaga Ketertiban dan Jangan Anarkis |
![]() |
---|
Remaja di Palembang Dibacok Sekelompok Pemuda Saat Main Bola di Malam Hari, Diserang Pakai Celurit |
![]() |
---|
Besok Sekolah di Palembang Diminta Belajar Secara Online, Terkait Ada Aksi Damai 1 September |
![]() |
---|
Merdeka Sinyal di Daerah 3T, Telkomsel Beri Komunikasi Lancar Tanpa Resah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.