Heboh Bayi Tertukar di Bogor

Bakal Dilaporkan Keluarga Bayi Tertukar, RS Sentosa Merasa jadi 'Korban', Kini Salahkan Perawat

RS Sentosa terancam dilaporkan keluarga bayi tertukar usai hasil tes DNA menyatakan 99,9 persen tertukar.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
TribunnewsBogor.com
RS Sentosa terancam dilaporkan keluarga bayi tertukar usai hasil tes DNA menyatakan 99,9 persen tertukar. 

"Hasil mediasinya terakhir tadi masih belum menemui kesepakatan," kata Binsar Aritonang, kuasa hukum Ibu D saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mako Polres Bogor.

Baca juga: Alasan Ibu Bayi Tertukar Tolak Damai usai Diimingi RS Sentosa, Segera Lapor Polisi : Tak Sebanding

Karena mediasi gagal, maka dari itu pihaknya akan menempuh melalui jalur hukum.

Karena kliennya, ibu Dian dan Siti merupakan korban.

"Namun kami juga akan menempuh sesegera mungkin, akan menempuh upaya-upaya hukum terkait kejadian yang terjadi yang mana kami Ibu S dan Ibu D sebagai korban," kata Binsar Aritonang.

"Pasti (laporan polisi), kami juga gak berlarut-larut gitu. Untuk terjadinya perdamaian atau mediasi kan tidak perlu menunggu itu juga terlalu lama gitu kan, karena kami di sini juga harus bertanggung jawab terhadap klien kami juga, upaya apa yang akan kami lakukan. Dimana klien kami juga sepakat kita akan melakukan upaya hukum," ungkap Binsar Aritonang.

Siti Tolak Tawaran RS Sentosa

Reaksi Siti Mauliah pihak RS Sentosa ingin damai dan tawarkan bea siswa hingga jaminan kesehatan.

RS Sentosa berharap damai dan menawarkan jaminan kesehatan hingga bea siswa kepada kedua bayi yang tertukar tersebut.

Menanggapi hal itu, Siti Mauliah dengan tegas menolak tawaran pihak RS Sentosa.

Disampaikan kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho bahwa pihak ibu bayi tertukar menolak tawaran bea siswa tersebut dan akan tetap menempuh jakur hukum.

Menurutnya, sampai SMA memang gratis jika di negeri, sementara terkait kesehatan sudah memiliki BPJS.

"Kita tolak lah, sampe SMA kan gratis kalo negeri, untuk kesehatannya kan ada BPJS," ucap kuasa hukum Siti. Dilansir TribunnewsBogor.com, Rabu (30/8/2023).

Kendati begitu, Rusdy mengatakan tawaran yang diberikan pihak RS Sentosa ini dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami kedua pihak keluarga bayi.

Pasalnya, di dalam persoalan ini terdapat kerugian materil maupun inmateril yang dialami oleh kedua pihak korban yang harus dipertimbangkan.

Bahkan menurutnya, tawaran itu dilakukan oleh pihak RS Sentosa hanya sekdar pemanis saja.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved