Duet Ganjar Anies Mencuat
Wacana Duet Ganjar-Anies Akhirnya Ditanggapi Tim 8 Koalisi Perubahan, Singgung Soal Jodoh
Tim 8 Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP) menanggapi wacana duet Ganjar-Anies yang tengah ramai diperbincangkan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Wacana duet Ganjar-Anies yang tengah ramai diperbincangkan akhirnya ditanggapi tim 8 Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP).
Koalisi itu digawangi oleh tiga partai politik (parpol), meliputi Nasdem, Demokrat, dan PKS.
Tim 8 KPP merupakan gabungan dari perwakilan tiga parpol itu, termasuk ada utusan Anies Baswedan sendiri.
Wacana duet Ganjar-Anies ini sebelumnya terucap dari pernyatan petinggi PDIP Said Abdullah yang membayangkan dua tokoh itu bersatu.
Walaupun sebenarnya kata Said Abdullah pernyataannya hanyalah mimpi belaka, karena dia tidak ingin adanya lagi polarisasi seperti Pilpres sebelumnya.
Menanggapi mimpi elite PDIP Said Abdullah tersebut, juru bicara tim 8 KPP Sudirman Said mengatakan itu menunjukkan politik yang sehat dan dewasa.
“Semua pihak membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak lainnya. Tidak ada yang secara apriori menolak atau mengharuskan bermitra dengan siapapun.
Yang menyatukan perjuangan politik kita haruslah cita-cita memajukan bangsa,” kata Sudirman Said, Rabu (23/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.
Sudirman mengatakan masyarakat yang akan menilai mana kandidat terbaik dalam lomba adu gagasan dan adu rekam jejak menyongsong Pilpres 2024 ini.
Ia menambahkan konstelasi politik memiliki dinamika yang membuka segala kemungkinan.
“Bagi Koalisi Perubahan, semakin banyak komunikasi antartokoh dan institusi politik, akan semakin baik untuk mendinginkan suhu kontestasi,” jelasnya.
Dia mengatakan sejak proses pencapresan dimulai, Anies banyak disandingkan dengan berbagai figur yang dianggap tepat menjadi cawapres Anies.
“Bagi kami ini merupakan pengakuan bahwa tokoh yang kami usung memiliki “keberterimaan” yang luas, dan dengan begitu memiliki kapasitas untuk menyatukan berbagai elemen bangsa.
Soal jadi atau tidak berpasangan, itu kan jodoh. Tapi bahwa banyak pihak membuka komunikasi dengan pak Anies, itu sesuatu yang kami syukuri.” jelasnya.
Terkait apakah pernah ada pembicaraan di internal terkait wacana duet Anies-Ganjar, Sudirman mengatakan di Koalisi Perubahan selalu mengedepankan sikap terbuka membicarakan segala kemungkinan secara transparan.
“Spesifik soal memasangkan Anies dan Ganjar kan baru muncul belakangan. Di samping itu, di koalisi soal nama cawapres sudah mengerucut ke satu nama.
Semua pemimpin partai politik anggota KPP sudah mengetahui arah keputusan soal pasangan. Bila ada perubahan tentu akan melalui pembahasan dan persetujuan kolektif,” katanya.
Bayangkan Duet Ganjar-Anies
Ketua DPP PDIP Said Abdullah sempat mencoba membayangkan andai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bergabung jadi satu kekuatan di Pilpres 2024.
Hal itu terucap dari mulutnya ketika menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Ganjar unggul dari Anies di simulasi capres head to head.
Ganjar meraih 60,1 persen, sedangkan Anies hanya 39,9 persen pada periode Agustus 2023.
Mulanya, Said Abdullah mengatakan tak ingin jemawa atau meremehkan sosok eks Gubernur DKI Jakarta itu meski Ganjar unggul atasnya.
Apalagi, kata Said, jika Ganjar dihadapkan dengan Prabowo Subianto head to head juga masih kalah tipis.
"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis.
Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," kata Said kepada wartawan, Senin (21/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.
Said kemudian menilai Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan elektabilitasnya.
Dia bahkan mengandaikan Ganjar dan Anies bergabung menjadi satu kekuatan di Pilpres 2024 nanti.
Said pun memuji Anies Baswedan yang sama dengan Ganjar Pranowo sebagai sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.
"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik," ujarnya.
"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas.
Keduanya sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada," sambung Said Abdullah.
Alasannya Soal Duet Ganjar-Anies
Said Abdullah mengungkap alasannya membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.
Dia menegaskan pernyataannya soal duet Ganjar-Anies tersebut hanyalah mimpi belaka.
Pasalnya, dirinya tidak mau adanya lagi polarisasi cebong dan kampret di kontestasi Pilpres 2024.
"Kami tidak dalam keputusan, kami hendak mimpi saja, mimpi itu dalam kondisi apa? dalam kondisi sebaiknya kita ini tidak perlu lagi lah kampret-cebong.
Tidak perlu lagi lah ada istilah oh Anies di bawah, tidak perlu dihitung, kami tidak dalam posisi itu," kata Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.
Said menuturkan penentuan cawapres Ganjar nantinya bakal diputuskan oleh pimpinan parpol koalisi dan bakal capresnya sendiri.
"Nanti Ganjar dengan siapa pun, akan ditentukan oleh Bapak Ganjar, Ketua Umum PDI Perjuangan, Pak Hary Tanoesoedibjo, kemudian Pak Mardiono dan Ketua Umum Hanura.
Itu saja. itu bukan posisi saya untuk menentukan si A dengan si B, si B dengan si C," jelasnya. (*)
Baca berita menarik lainnya klik TribunSumsel.com
Duet Ganjar-Anies Mencuat
Wacana Duet Ganjar Anies
Tim 8 Koalisi Perubahan
Sudirman Said
anies baswedan
Ganjar Pranowo
Tribunsumsel.com
Pilpres 2024
Surya Paloh Tolak Wacana Duet Ganjar-Anies, Petinggi PDIP Said Abdullah: Saya Cuma Berandai-andai |
![]() |
---|
Anies Baswedan Akhirnya Buka Suara Soal Wacana Duet Dengan Ganjar, Mimpi Elite PDIP Said Abdullah |
![]() |
---|
PDIP Bicara Soal Duet Ganjar-Anies, Belum Menolak Mentah-mentah Tapi Khawatir Tak Sesuai Ideologi |
![]() |
---|
Beda Komentar Demokrat-Nasdem-PKS Tanggapi Mimpi Elite PDIP Soal Duet Ganjar-Anies |
![]() |
---|
Meski Kalah Terus di Survei, Tapi PDIP Akui Tak Berani Remehkan Kekuatan Anies Baswedan, Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.