Breaking News

Duet Ganjar Anies Mencuat

Sosok Profil Said Abdullah Petinggi PDIP yang Bayangkan Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024

Sosok profil Said Abdullah, Ketua DPP PDI Perjuangan yang sempat membayangkan duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.

|
Editor: Rahmat Aizullah
Tribunnews.com
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok profil Said Abdullah, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang sempat membayangkan duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.

Hal itu terucap dari mulutnya ketika menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Ganjar unggul dari Anies di simulasi capres head to head.

Said Abdullah mengaku tak ingin jemawa atau meremehkan sosok eks Gubernur DKI Jakarta itu meski Ganjar unggul atasnya.

Baca juga: 175 Hari Menuju Pilpres 2024 Makin Seru, Wacana Duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Menguat

Dia bahkan sempat memuji Anies Baswedan yang menurutnya sama dengan Ganjar Pranowo, sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.

Andai-andaian Said Abdullah soal duet Ganjar-Anies itu pun kini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat.

Pasalnya, sebagaimana diketahui bahwa Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan merupakan bakal capres yang diusung oleh dua kelompok koalisi yang berbeda.

Baca juga: Bisa Auto Menang, PDIP Bayangkan Ganjar-Anies Gabung Jadi Satu Kekuatan di Pilpres 2024

Ganjar merupakan bakal capres usungan PDIP yang kini telah didukung oleh PPP, Hanura dan Perindo.

Sementara Anies adalah bakal capres yang diusung Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Lantas, siapakah sosok Said Abdullah?

Melansir laman resmi DPR RI, Selasa (22/8/2023), Said Abdullah lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada 22 Oktober 1962.

Said Abdullah telah menjadi anggota DPR sejak tahun 2004.

Sejak itu, secara periodik, Said berulang kali menjadi anggota DPR hingga tercatat akan menjabat sampai tahun 2024.

Berdasarkan rekam jejak ini, artinya Said Abdullah telah duduk di kursi Senayan selama hampir 20 tahun.

Kini Said di DPR menduduki jabatan sebagai Ketua Badan Anggaran atau Banggar untuk periode 2019 - 2024.

Menyadur Kompas.com, Said Abdullah sebelumnya sempat mencoba peruntungan sebagai Calon Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur pada tahun 2013.

Dia mendampingi Calon Gubernur Jawa Timur Bambang Dwi Hartono.

Saat itu, Said Abdullah telah menjadi anggota DPR, sedangkan Bambang Dwi Hartono merupakan Wakil Walikota Surabaya.

Akan tetapi, pasangan tersebut kalah dari Soekarwo dan Saifullah Yusuf yang memperoleh suara mencapai 47,25 persen.

Sosok Said Abdullah juga dikenal sebagai politisi senior di partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.

Saat ini, jabatan politis di PDIP yang diemban oleh Said Abdullah adalah sebagai Ketua DPP Bidang Perekonomian.

Alasan Said Abdullah Soal Duet Ganjar-Anies

Said Abdullah mengungkap alasannya membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.

Dia menegaskan pernyataannya soal duet Ganjar-Anies tersebut hanyalah mimpi belaka.

Pasalnya, dirinya tidak mau adanya lagi polarisasi cebong dan kampret di kontestasi Pilpres 2024.

"Kami tidak dalam keputusan, kami hendak mimpi saja, mimpi itu dalam kondisi apa? dalam kondisi sebaiknya kita ini tidak perlu lagi lah kampret-cebong.

Tidak perlu lagi lah ada istilah oh Anies di bawah, tidak perlu dihitung, kami tidak dalam posisi itu," kata Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said menuturkan penentuan cawapres Ganjar nantinya bakal diputuskan oleh pimpinan parpol koalisi dan bakal capresnya sendiri.

"Nanti Ganjar dengan siapa pun, akan ditentukan oleh Bapak Ganjar, Ketua Umum PDI Perjuangan, Pak Hary Tanoesoedibjo, kemudian Pak Mardiono dan Ketua Umum Hanura.

Itu saja. itu bukan posisi saya untuk menentukan si A dengan si B, si B dengan si C," jelasnya.

Bayangkan Duet Ganjar-Anies

Ketua DPP PDIP Said Abdullah sempat mencoba membayangkan andai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bergabung jadi satu kekuatan di Pilpres 2024.

Hal itu terucap dari mulutnya ketika menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Ganjar unggul dari Anies di simulasi capres head to head.

Ganjar meraih 60,1 persen, sedangkan Anies hanya 39,9 persen pada periode Agustus 2023.

Mulanya, Said Abdullah mengatakan tak ingin jemawa atau meremehkan sosok eks Gubernur DKI Jakarta itu meski Ganjar unggul atasnya.

Apalagi, kata Said, jika Ganjar dihadapkan dengan Prabowo Subianto head to head juga masih kalah tipis.

"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis.

Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," kata Said kepada wartawan, Senin (21/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said kemudian menilai Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan elektabilitasnya.

Dia bahkan mengandaikan Ganjar dan Anies bergabung menjadi satu kekuatan di Pilpres 2024 nanti.

Said pun memuji Anies Baswedan yang sama dengan Ganjar Pranowo sebagai sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik," ujarnya.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas.

Keduanya sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada," sambung Said Abdullah.

Respons Positif Kubu Anies

Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra menilai wacana duet dua tokoh nasional tersebut sebagai ide yang sangat bagus.

Surya menghargai optimisme Said Abdullah yang menurutnya lebih mempertimbangkan kepastian pembangunan Indonesia ke depan dalam situasi politik yang stabil.

"Kedua capres, pak Anies dan pak Ganjar adalah figur-figur muda yang kita butuhkan hari ini, untuk menghadapi tantangan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Kalau digabungkan kami yakin keduanya akan bisa bahu membahu menghadapi dan mengatasinya hingga tuntas," kata Surya Tjandra, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Menurutnya energi muda dari Ganjar dan Anies dapat memberikan semangat baru dalam mengevaluasi masalah pembangunan yang ada, serta meneruskan yang memang sudah baik.

Konsep tersebut, lanjutnya, juga sesuai dengan konsep visi misi Anies Baswedan tentang perbaikan dan perubahan.

“Ini amat sejalan dengan visi perubahan dan transformasi yang dicanangkan Anies Baswedan. Kita sebagai bangsa pun bisa menatap ke depan.

Tidak terpaku pada relik dan masalah masa lalu, yang tidak hanya sudah ketinggalan zaman, tetapi juga membatasi kita berani menyongsong masa depan yang lebih baik," katanya. (*)

Baca berita menarik lainnya klik TribunSumsel.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved