Duet Ganjar Anies Mencuat

PDIP Punya Mimpi Soal Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024, Begini Reaksi Tak Terduga Nasdem dan PKS

Pernyataan Ketua DPP PDIP Said Abdullah yang membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024 menghebohkan perbincangan politik terkini.

|
Editor: Rahmat Aizullah
Kolase TribunSumsel.com
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah yang membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024 menghebohkan perbincangan politik terkini.

Mimpi elite PDIP Said Abdullah soal duet Ganjar-Anies itu pun kini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat.

Pasalnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan merupakan bakal capres yang diusung oleh dua kelompok koalisi yang berseberangan.

Baca juga: 175 Hari Menuju Pilpres 2024 Makin Seru, Wacana Duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Menguat

Ganjar merupakan bakal capres usungan PDIP yang kini turut didukung PPP, Hanura dan Perindo, dimana notabennya koalisi pendukung pemerintah.

Sementara Anies adalah bakal capres yang diusung Koalisi Perubahan, dimana di dalamnya terdapat gabungan Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Sebagian masyarakat menilai mustahil keduanya bisa bersatu, namun ada juga yang meyakini itu akan terjadi karena menganggap politik sangat dinamis.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Elite PDIP Said Abdullah Bayangkan Duet Ganjar-Anies, Ungkit Polarisasi Lama

Menanggapi hal itu, Nasdem dan PKS, dua partai yang mengusung pencapresan Anies Baswedan pun bereaksi.

Melansir TribunGorontalo.com, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu menyatakan bahwa peluang duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024 masih terbuka lebar.

Menurut Syaikhu, keputusan mengenai capres-cawapres yang diusung oleh partai politik belum bersifat final.

Baca juga: Sosok Profil Said Abdullah Petinggi PDIP yang Bayangkan Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024

Menurutnya, dinamika politik masih berpotensi terjadi hingga tahap pendaftaran capres-cawapres ke KPU pada Oktober-November 2023 nanti.

"Sampai hari ini, saya kira partai-partai masih belum mencapai kesepakatan final, mereka masih saling mencari dinamika-dinamika politik," ujar Syaikhu ditemui di Swiss Belhotel, Tuban, Badung, Bali, Selasa (22/8/2023).

"Jadi, masih sangat mungkin terjadi pergeseran hingga saat mendekati pendaftaran, saat semuanya terkunci dan menjadi keputusan akhir," sambungnya.

Meski begitu, Syaikhu menegaskan bahwa kerja sama politik antara PKS, Demokrat, dan Nasdem untuk mendukung Anies sebagai calon presiden tetap kokoh.

"Kami akan tetap menjaga soliditas antara ketiga partai ini. Namun, peluang untuk opsi lain masih terbuka selama proses pendaftaran ke KPU belum dimulai," ungkapnya.

Syaikhu menjelaskan bahwa penentuan calon wakil presiden sepenuhnya menjadi keputusan Anies, sesuai dengan perjanjian tiga partai koalisi tersebut.

PKS telah memberikan tiga poin penting kepada Anies dalam menentukan pasangan calonnya, yaitu memiliki wawasan nasionalis dan religius, siap menjadi pasangan dwitunggal, dan mampu meningkatkan elektabilitas.

"Dalam piagam koalisi, penentuan calon wakil presiden sepenuhnya diserahkan kepada Anies Rasyid Baswedan. Kami tinggal menunggu pengumuman dari pak Anies mengenai pilihannya," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem, Taufik Basari atau Tobas mengatakan pihaknya tak masalah dengan munculnya wacana duet Ganjar-Anies.

"Boleh-boleh saja setiap punya harapan punya bayangan ataupun pandangan. Ini menunjukkan prosesnya masih dinamis masih cair," kata Tobas di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023).

Pihaknya terus mendorong agar Pilpres 2024 bisa berjalan dengan aman tanpa adanya pertentangan.

"Meskipun pilihan masing-masing dari kita berbeda, tetapi kita tetap terus guyub bersama," ujar Tobas.

Tobas mengakui komunikasi Nasdem dan PDIP selama ini terjalin dengan baik.

"Komunikasi antar partai politik, cukup baik dan tidak ada yang menjatuhkan satu sama lain. Ini menunjukkan semuanya masih dinamis dan lihat saja dinamika ke depan seperti apa," ungkapnya .

Menurutnya, sebelum pendaftaran di KPU RI maka segala kemungkinan masih bisa terjadi.

"Puncaknya nanti di Oktober, selama menunggu Oktober, segala peluang masih bisa terjadi," ucap Tobas.

Bayangkan Duet Ganjar-Anies

Ketua DPP PDIP Said Abdullah sempat mencoba membayangkan andai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bergabung jadi satu kekuatan di Pilpres 2024.

Hal itu terucap dari mulutnya ketika menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Ganjar unggul dari Anies di simulasi capres head to head.

Ganjar meraih 60,1 persen, sedangkan Anies hanya 39,9 persen pada periode Agustus 2023.

Mulanya, Said Abdullah mengatakan tak ingin jemawa atau meremehkan sosok eks Gubernur DKI Jakarta itu meski Ganjar unggul atasnya.

Apalagi, kata Said, jika Ganjar dihadapkan dengan Prabowo Subianto head to head juga masih kalah tipis.

"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis.

Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," kata Said kepada wartawan, Senin (21/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said kemudian menilai Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan elektabilitasnya.

Dia bahkan mengandaikan Ganjar dan Anies bergabung menjadi satu kekuatan di Pilpres 2024 nanti.

Said pun memuji Anies Baswedan yang sama dengan Ganjar Pranowo sebagai sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik," ujarnya.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas.

Keduanya sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada," sambung Said Abdullah.

Alasan Said Abdullah Soal Duet Ganjar-Anies

Said Abdullah mengungkap alasannya membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.

Dia menegaskan pernyataannya soal duet Ganjar-Anies tersebut hanyalah mimpi belaka.

Pasalnya, dirinya tidak mau adanya lagi polarisasi cebong dan kampret di kontestasi Pilpres 2024.

"Kami tidak dalam keputusan, kami hendak mimpi saja, mimpi itu dalam kondisi apa? dalam kondisi sebaiknya kita ini tidak perlu lagi lah kampret-cebong.

Tidak perlu lagi lah ada istilah oh Anies di bawah, tidak perlu dihitung, kami tidak dalam posisi itu," kata Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said menuturkan penentuan cawapres Ganjar nantinya bakal diputuskan oleh pimpinan parpol koalisi dan bakal capresnya sendiri.

"Nanti Ganjar dengan siapa pun, akan ditentukan oleh Bapak Ganjar, Ketua Umum PDI Perjuangan, Pak Hary Tanoesoedibjo, kemudian Pak Mardiono dan Ketua Umum Hanura.

Itu saja. itu bukan posisi saya untuk menentukan si A dengan si B, si B dengan si C," jelasnya.

Respons Positif Kubu Anies

Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra menilai wacana duet dua tokoh nasional tersebut sebagai ide yang sangat bagus.

Surya menghargai optimisme Said Abdullah yang menurutnya lebih mempertimbangkan kepastian pembangunan Indonesia ke depan dalam situasi politik yang stabil.

"Kedua capres, pak Anies dan pak Ganjar adalah figur-figur muda yang kita butuhkan hari ini, untuk menghadapi tantangan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Kalau digabungkan kami yakin keduanya akan bisa bahu membahu menghadapi dan mengatasinya hingga tuntas," kata Surya Tjandra, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Menurutnya energi muda dari Ganjar dan Anies dapat memberikan semangat baru dalam mengevaluasi masalah pembangunan yang ada, serta meneruskan yang memang sudah baik.

Konsep tersebut, lanjutnya, juga sesuai dengan konsep visi misi Anies Baswedan tentang perbaikan dan perubahan.

“Ini amat sejalan dengan visi perubahan dan transformasi yang dicanangkan Anies Baswedan. Kita sebagai bangsa pun bisa menatap ke depan.

Tidak terpaku pada relik dan masalah masa lalu, yang tidak hanya sudah ketinggalan zaman, tetapi juga membatasi kita berani menyongsong masa depan yang lebih baik," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved