Duet Ganjar Anies Mencuat

Meski Kalah Terus di Survei, Tapi PDIP Akui Tak Berani Remehkan Kekuatan Anies Baswedan, Alasannya

Petinggi PDIP Said Abdullah tak berani meremehkan kekuatan Anies Baswedan. Diakuinya Anies sama dengan Ganjar, sosok calon pemimpin cerdas dan enerjik

Editor: Rahmat Aizullah
Kolase TribunSumsel.com
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo 

TRIBUNSUMSEL.COM - PDI Perjuangan (PDIP) ternyata tak berani meremehkan kekuatan Anies Baswedan menyongsong Pilpres 2024.

Mekipun elektabilatas bakal capres usungan Koalisi Perubahan itu kerap paling bawah dari pesaingnya Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Dalam temuan berbagai lembaga survei, elektabilitas Anies Baswedan memang jarang sekali mengalahkan dua kompetitornya.

Baca juga: 175 Hari Menuju Pilpres 2024 Makin Seru, Wacana Duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Menguat

Tetapi, kondisi itu tak membuat politisi PDIP Said Abdullah lantas menganggap enteng elektabilitas bakal capres usungan Nasdem, Demokrat dan PKS tersebut.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan," ujar Said Abdullah, Senin (21/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said juga sempat memuji Anies Baswedan yang menurutnya sama dengan Ganjar Pranowo, sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.

Baca juga: PDIP Punya Mimpi Soal Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024, Begini Reaksi Tak Terduga Nasdem dan PKS

Apalagi kata dia, Ganjar dan Anies berasal dari perguruan tinggi yang sama, yakni Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Said bahkan sempat membayangkan kedua tokoh nasional itu dapat bergabung menjadi satu kekuatan dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Beliau (Anies) dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas. Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan.

Baca juga: Bisa Auto Menang, PDIP Bayangkan Ganjar-Anies Gabung Jadi Satu Kekuatan di Pilpres 2024

Tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik," ujarnya.

Maka dari itu, Said menyebut PDIP tidak mau jumawa meski Ganjar kini lebih unggul dari Anies.

Said mengatakan PDIP akan terus bekerja keras untuk merebut hati rakyat.

"Kami akan terus bekerja keras mengambil hati rakyat, mengajak kompetisi sehat dengan beradu rekam jejak, dan gagasan, bukan hanya gimmick.

Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jumawa," kata Said.

Bayangkan Duet Ganjar-Anies

Ketua DPP PDIP Said Abdullah sempat mencoba membayangkan andai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bergabung jadi satu kekuatan di Pilpres 2024.

Hal itu terucap dari mulutnya ketika menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan Ganjar unggul dari Anies di simulasi capres head to head.

Ganjar meraih 60,1 persen, sedangkan Anies hanya 39,9 persen pada periode Agustus 2023.

Mulanya, Said Abdullah mengatakan tak ingin jemawa atau meremehkan sosok eks Gubernur DKI Jakarta itu meski Ganjar unggul atasnya.

Apalagi, kata Said, jika Ganjar dihadapkan dengan Prabowo Subianto head to head juga masih kalah tipis.

"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis.

Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," kata Said kepada wartawan, Senin (21/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said kemudian menilai Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan elektabilitasnya.

Dia bahkan mengandaikan Ganjar dan Anies bergabung menjadi satu kekuatan di Pilpres 2024 nanti.

Said pun memuji Anies Baswedan yang sama dengan Ganjar Pranowo sebagai sosok calon pemimpin nasional yang cerdas dan enerjik.

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik," ujarnya.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas.

Keduanya sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada," sambung Said Abdullah.

Alasan Said Abdullah Soal Duet Ganjar-Anies

Said Abdullah mengungkap alasannya membayangkan adanya duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024.

Dia menegaskan pernyataannya soal duet Ganjar-Anies tersebut hanyalah mimpi belaka.

Pasalnya, dirinya tidak mau adanya lagi polarisasi cebong dan kampret di kontestasi Pilpres 2024.

"Kami tidak dalam keputusan, kami hendak mimpi saja, mimpi itu dalam kondisi apa? dalam kondisi sebaiknya kita ini tidak perlu lagi lah kampret-cebong.

Tidak perlu lagi lah ada istilah oh Anies di bawah, tidak perlu dihitung, kami tidak dalam posisi itu," kata Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Said menuturkan penentuan cawapres Ganjar nantinya bakal diputuskan oleh pimpinan parpol koalisi dan bakal capresnya sendiri.

"Nanti Ganjar dengan siapa pun, akan ditentukan oleh Bapak Ganjar, Ketua Umum PDI Perjuangan, Pak Hary Tanoesoedibjo, kemudian Pak Mardiono dan Ketua Umum Hanura.

Itu saja. itu bukan posisi saya untuk menentukan si A dengan si B, si B dengan si C," jelasnya.

Respons Positif Kubu Anies

Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra menilai wacana duet dua tokoh nasional tersebut sebagai ide yang sangat bagus.

Surya menghargai optimisme Said Abdullah yang menurutnya lebih mempertimbangkan kepastian pembangunan Indonesia ke depan dalam situasi politik yang stabil.

"Kedua capres, pak Anies dan pak Ganjar adalah figur-figur muda yang kita butuhkan hari ini, untuk menghadapi tantangan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Kalau digabungkan kami yakin keduanya akan bisa bahu membahu menghadapi dan mengatasinya hingga tuntas," kata Surya Tjandra, Selasa (22/8/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

Menurutnya energi muda dari Ganjar dan Anies dapat memberikan semangat baru dalam mengevaluasi masalah pembangunan yang ada, serta meneruskan yang memang sudah baik.

Konsep tersebut, lanjutnya, juga sesuai dengan konsep visi misi Anies Baswedan tentang perbaikan dan perubahan.

“Ini amat sejalan dengan visi perubahan dan transformasi yang dicanangkan Anies Baswedan. Kita sebagai bangsa pun bisa menatap ke depan.

Tidak terpaku pada relik dan masalah masa lalu, yang tidak hanya sudah ketinggalan zaman, tetapi juga membatasi kita berani menyongsong masa depan yang lebih baik," katanya. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved