Wali Siswa Ketapel Guru SMA di Bengkulu

Ayah Ketapel Mata Guru hingga Buta, Sang Anak Curhat Soal Hinaan : Rasanya Sakit, Sesak Bukan Main

Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu guru di SMA Rejang Lebong hingga sang guru mengalami kebutaan memang masih saja menjadi sorotan.

|
Editor: Weni Wahyuny
TribunBengkulu.com/Tiktok @reniianggrainiii
Pelaku EJ dan tangkapan layar unggahan TikTok Reni Anggraini Anak Pelaku yang Aniaya Guru di Rejang Lebong Pasrah dengan hukuman yang harus dijalani sang ayah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Reni Anggraini, anak EJ (45) pelaku yang ketapel mata Zaharman guru SMA di Rejang Lebong Bengkulu curahkan isi hati usai sang ayah menyerahkan diri ke polisi.

Reni sekaligus kakak PDM (16) siswa yang mengadu ke ayah ditendang Zaharman mengaku pasrah sang ayah dipenjara.

Bagaimana tidak, sang ayah telah membuat mata Zaharman buta karena kena ketapel.

"Sesakit inikah dunia ku?
Sehina inikah diriku?
Seperih inikah orang melukai hati ku?
Rasanya sakit, sesak bukan main
Mengingat banyaknya kejadian yang membuat hati dan mental saya hancur Tiada hentinya untuk mengadu dalam sujud, cuma minta doa yang sama setiap harinya,,,

Dan sekarang sudah sampai pada titik Yaa Allah atur saja bagaimana baiknya...
Aku percaya ketetapan Mu jauh lebih baik dari apa yang aku rencanakan..," tulis Reni di akun TikTok @reniianggrainiii,Senin (7/8/2023).

Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu guru di SMA Rejang Lebong hingga sang guru mengalami kebutaan memang masih saja menjadi sorotan.

Terbaru pelaku ataupun wali murid yang ketapel guru menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Pelaku Minta Maaf pada Guru

Pelaku EJ (45) warga Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang orangtua siswa yang menganiaya guru SMAN 7 Rejang Lebong yakni Zaharman (58) beberapa waktu lalu meminta maaf ke korbann.

Iklan untuk Anda: Ingin hidup 100 tahun? Bersihkan pembuluh darah! Inilah caranya
Advertisement by
Sambil menangis, EJ mengaku menyesal dan memohon maaf atas kejadian tersebut yang membuat korban mengalami kebutaan pada mata sebelah kanan.

"Anak saya ditendang, langsung emosi pak,"ungkap EJ sambil menangis saat diwawancarai, TribunBengkulu.com.

EJ juga mengatakan, saat dirinya mengetahui batu ketapelnya mengenai mata korban, dirinya langsung melarikan diri karena ketakutan.

Baca juga: Nasib EJ Wali Siswa yang Ketapel Mata Zaharman Guru SMA di Bengkulu, Terancam 16 Tahun Penjara

Ia juga takut menyerahkan diri karena khawatir menerima kekerasan fisik dari kepolisian.

"Takut pak, takut dipukul polisi pak,"lanjutnya.

EJ mengaku sangat menyesal dengan kejadian tersebut. Apalagi sampai membuat mata Zaharman mengalami kebutaan dan memohon maaf kepada Zaharman.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved