Cara dan Tips
Perbedaan Prinsip Ekonomi Konvensional dan Syariah, Lengkap Beserta Ciri-cirinya
Artikel ini berisi penjelasan mengenai perbedaan prinsip ekonomi konvensional dan syariah, lengkap.
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Novaldi Hibaturrahman
Sejalan dengan nilai-nilai ekonomi Islam yang menjunjung tinggi keadilan serta kerja sama dan keseimbangan, setiap transaksi muamalat khususnya transaksi perdagangan dan pertukaran dalam perekonomian, harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dalam syariat.
Aturan yang lebih khusus dalam mengatur transaksi perdagangan, telah ditetapkan langsung oleh Rasulullah SAW pada saat Rasulullah SAW mengatur perdagangan yang berlangsung di pasar Madinah yang esensinya masih terus berlaku dan dapat diterapkan sampai sekarang.
Baca juga: Cara Menerapkan Prinsip Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari, Ini Manfaatnya
Baca juga: Perbedaan IMB dan PBG dalam Pembuatan Bangunan, Lengkap dari Syarat Hingga Sanksinya
Baca juga: Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi dan Orang Dewasa
Perbedaan Prinsip Ekonomi Konvensional dan Syariah
Dilansir dari uma.ac.id, perbedaan utama antara ekonomi konvensional dan ekonomi Syariah adalah pada sumber dasar yang menjadi landasan dari kedua sistem tersebut.
Ekonomi konvensional berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi pasar, sedangkan ekonomi Syariah berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar agama Islam dan hukum Syariah
Selain itu, perbedaan lain antara kedua sistem ekonomi ini adalah pada tujuan yang ingin dicapai.
Ekonomi konvensional bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, sedangkan ekonomi Syariah bertujuan untuk menciptakan keadilan sosial dan kemandirian.
Baca artikel dan berita Tribun Sumsel lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Perbedaan-Prinsip-Ekonomi-Konvensional-dan-Syariah.jpg)