Cara dan Tips
Perbedaan Prinsip Ekonomi Konvensional dan Syariah, Lengkap Beserta Ciri-cirinya
Artikel ini berisi penjelasan mengenai perbedaan prinsip ekonomi konvensional dan syariah, lengkap.
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Novaldi Hibaturrahman
TRIBUNSUMSEL.COM- Prinsip ekonomi sangat berkaitan dengan kegiatan dan tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum, prinsip ekonomi dikenal sebagai proses mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran minimal.
Disamping itu, terdapat pula prinsip ekonomi syariah yang juga tetap merujuk pada perolehan keuntungan.
Namun, prinsip ekonomi konvensional dan syariah memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Lantas apa perbedaan dari prinsip ekonomi secara umum (konvensio) dan syariah?
Secara umum prinsip ekonomi merupakan panduan kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengeluaran dan hasil.
Dilansir dari laman kemenkau.go.id, prinsip ekonomi adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh.
Prinsip ekonomi berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
Adapun prinsip ekonomi konvensional ini memiliki ciri-ciri tertentu.
Dilansir dari New World Economics, Nicholas Gregory Mankiw dalam Principles of Economics (1998) menjabarkan terdapat 10 prinsip ekonomi.
Kesepuluh prinsip ekonomi tersebut dinilai merepresentasikan inti kebijakan ekonomi zaman saat ini.
Adapun 10 prinsip ekonomi menurut Gregory Mankiw meliputi:
1. Orang-orang menghadapi trade-off.
2. Biaya adalah apa yang orang korbankan untuk mendapatkan sesuatu.
3. Orang rasional berpikir pada batas-batas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Perbedaan-Prinsip-Ekonomi-Konvensional-dan-Syariah.jpg)