Arti Kata Bahasa Arab

Arti Fazalikalladzi Yadu' ul Yatim, Bacaan Surat Al Maun Ayat 2, Larangan Menghardik Anak Yatim

orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dan tanda-tandanya adalah dengan tidak peduli dan menyakiti anak yatim

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Fadzalikalladzi Yaduul Yatim, Bacaan Surat Al Maun, Larangan Menghardik Anak Yatim agar tidak Menjadi Pendusta Agama 

TRIBUNSUMSEL.COM --Arti Fadzalikalladzi Yaduul Yatim, Bacaan Surat Al Maun ayat 2, larangan menghardik anak yatim agar tidak menjadi pendusta agama.

Kalimat fadzalikalladzi yaduk ul yatim bacaan ayat ke dua dari surat Al Maun, surat ke 107 dalam Alquran.

Al maun artinya: Barang yang berguna.

Fa zalikalladzi yaduk ul yatim artinya adalah orang yang menghardik anak yatim.

Ayat ini menerangkan ayat pertama, Aro aitalladzi yukazzibu biddin yang artinya : Tahukah kamu siapakah pendusta agama, (adalah) orang yang menghardik anak yatim.

Pokok surat Al Maun, Allah menjelaskan mengenai ancaman pada orang-orang yang termasuk dalam golongan orang yang menodai agama.

Yaitu orang-orang yang menindas anak yatim, tidak menolong orang yang meminta, bersikap riya’, lalai pada sholatnya dan enggan menolong orang dengan barang yang berguna.

Berikut bacaan Surat Al Maun selengkapnya, arab latin dengan artinya.

Arab Latin:

(1) a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn
(2) fa żālikallażī yadu”ul-yatīm
(3) wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn
(4) fa wailul lil-muṣallīn
(5) allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn
(6) allażīna hum yurā`ụn
(7) wa yamna’ụnal-mā’ụn

Artinya:

(1) tahukah kamu (orang-orang) yang mendustakan agama?
(2) itu adalah orang yang menghardik anak yatim.
(3) dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang-orang miskin.
(4) maka celakalah bagi orang-orang yang melaksanakan sholat.
(5) yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya.
(6) orang-orang yang berbuat riya.
(7) dan enggan menolong dengan barang-barang berguna.

Dalam surat tersebut, orang yang dianggap mendustakan agama (khianat dengan agamanya adalah)
1. Orang yang tidak peduli dengan anak yatim (menghardik anak yatim)
2. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
3. Orang yang lalai dalam sholatnya
4. Orang yang berbuat riya
5. Orang yang enggan menolong (tidak peduli) dengan lingkungannya

Pada ayat kedua dari surat Al Maun, Allah berfirman bahwa “Maka itulah orang-orang yang menghardik anak-anak yatim.”

Dikutip dari Buku Berjudul Tafsir Ringkas Ayat Pilihan Al Haramain (Gramedia.com), pada ayat kedua ini tafsirnya adalah ada orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dan tanda-tandanya adalah dengan tidak peduli dan menyakiti anak yatim.

Orang-orang yang menghardik atau menyakiti anak yatim, maka Allah akan mencabut rahmat atau kasih sayang-Nya dari hatinya, maka hatinya pun akan mati rasa, sehingga seharusnya ia memiliki belas kasih pada anak yatim. Namun, karena Allah mencabut rahmat tersebut, maka ia pun berbuat sebaliknya dan menghardik anak yatim.


Yatim merupakan istilah syariat untuk merujuk seorang anak yang ayahnya telah meninggal dunia, sedangkan anak tersebut belum baligh atau belum dewasa. Ada pula, ketika ia telah mencapai usia baligh atau dewasa, maka ia tidak dikatakan sebagai anak yatim.

Berbeda dengan hewan, hewan dikatakan yatim apabila induknya telah meninggal dunia. Sebab yang merawat hewan adalah induknya. Ada pula manusia disebut sebagai yatim, jika yang meninggal adalah ayahnya, sebab ayah yang mengurus serta mencari nafkah untuk anak tersebut hingga ia mencapai usia baligh.


Hal ini seperti yang dikatakan oleh Al Qurthubi yang artinya adalah, “Dan yatim pada manusia ialah kehilangan atau wafatnya ayah dan pada hewan adalah hilang atau matinya sang induk.” (Tafsir Al Qurthubi 2/14 dan Lisanul ‘Arob 12/645)

Di antara sifat jahiliyah, salah satunya adalah meremehkan orang-orang yang lemah seperti anak-anak yatim dan wanita. Pada zaman jahiliyah, para wanita tidak diberikan warisan, begitu pula dengan anak yatim, keberadaan mereka tidak dihargai, sebab tidak ada seseorang yang melindungi mereka.

Seandainya mereka memiliki sejumlah harta, maka harta tersebut akan diambil serta digunakan dengan zalim. Itulah sebabnya Allah mengkhususkan penyebutan anak yatim dalam surat Al Maun, bahwa orang yang tidak beriman ialah orang yang menghardik anak yatim (tidak peduli dengan anak yatim).

Itulah arti Fazalikalladzi Yadu' ul Yatim, Bacaan Surat Al Maun Ayat 2, Larangan Menghardik Anak Yatim.

Baca juga: Arti Aroaitalladzi Yukadzibu biddin, Bacaan Juz Amma Surat Al-Maun, Larangan Menghardik Anak Yatim

Baca juga: Arti Sholawat Allahumma Sholli Wasallim Ala Sayyidina Muhammadin Adada Ma Fi’ilmillahi Sholatan

Baca juga: Arti Wallahu Yalamu Wa Antum La Talamun, Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 216, Allah Maha Mengetahui

Baca juga: Arti Allahumma La Yati Bil Hasanati Illa Anta, Bacaan Doa Saat Perasaan Tidak Enak Agar Hati Tenang

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved