Liputan Khusus Tribun Sumsel
Kurikulum Merdeka SMA Diterapkan, Pengamat Pendidikani: Perlu Bimbingan Untuk Tenaga Pendidik -3
Penerapan Kurikulum Merdeka untuk siswa SMA, Pengamat Pendidikan, Prof Dr Abdullah Idi MEd mengatakan perlu adanya bimbingan untuk tenaga pendidik.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menanggapi adanya Penerapan Kurikulum Merdeka untuk siswa SMA, Pengamat Pendidikan, Prof Dr Abdullah Idi MEd mengatakan perlu adanya seperti bimbingan untuk tenaga pendidik.
"Tenaga pendidik saya pikir perlu adaptasi ya, perlu penyesuaian terhadap kurikulum. Perlu adanya sosialisasi bahkan bila perlu mungkin bisa dilaksanakan pelatihan atau kursus yang dilakukan oleh pemerintah," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Sumsel Sabtu (8/7/2023).
Pelatihan atau kursus tersebut perlu dan penting dilakukan agar tenaga pendidik bisa melaksanakan kurikulum sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Dalam perubahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja tidak mudah bagi guru, kadang-kadang banyak guru yang nggak paham. Padahal sudah berjalan beberapa tahun, dan itu banyak yang copy paste. Jadi sangat perlu itu sosialisasi ataupun pelatihan bagi guru," ujarnya.
Abdullah juga menerangkan untuk saat ini anak didik memang perlu dan wajar jika diberlakukan kurikulum merdeka.
"Mungkin sedikit susah penerapannya karena masih adaptasi, tapi ini kan ada plus minusnya dan pasti sudah di kaji oleh pengambil kebijakan," katanya.
Baca juga: LIPSUS: Ortu Gamang Siswa Bimbang, SMA Sederajat Terapkan Kurikulum Merdeka -1
Menurutnya pentingnya siswa dalam mengikuti Kurikulum Merdeka ini agar anak bisa banyak tahunya.
"Walau bagaimanapun menurut saya, spesialisasi itu sangat penting," katanya.
Menangapi usia yang masih dikategorikan labil, pemikiran salah masuk jurusan masih sangat bisa terjadi.
"Itu sangat mungkin terjadi apabila dalam pelaksanaan kurikulumnya itu terjebak dalam formalitas, konsep idealnya kurikulum ini sudah bagus," bebernya.

Formalitas tersebut bisa terjadi saat sekolah belum mumpuni untuk mengikuti sistem Kurikulum Merdeka ini namun ada kewajiban seluruh sekolah harus mengikuti Kurikulum Merdeka.
"Sekolah-sekolah pasti perlu adanya adaptasi dan biasanya bertahap ya untuk mengikuti kurikulum ini. Bagi yang belum siap biasanya dimaklumi. Jika pun itu (kurikulum) diwajibkan justru bisa terjebak dalam formalitas, bisa saja sekolah itu berjalan berdasarkan Kurikulum Merdeka, tapi sebenarnya tidak. Nah itulah yang dimaksud formalitas," katanya.
Setiap kurikulum yang dijalankan pasti akan ada evaluasinya, di mana kurikulum biasanya idealnya bisa berubah 10 tahun sekali. Atau bisa juga lima tahun bahkan 1 sampai 2 tahun sekali setelah di evaluasi apa saja kelemahan-kelemahannya.
Urgensi diberlakukannya kurikulum ini agar anak sekolah tidak tertinggal oleh perkembangan yang selalu bertumbuh.
"Semua harus bisa saling serius untuk menjalankan kurikulum ini. Baik fasilitas, tenaga kependidikan, sarana prasarana yang mendukung, dan manajemen yang mendukung itu sangat penting," katanya. (cr23)
Baca berita lainnya langsung dari google news
Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Lipsus Tribun Sumsel Kurikulum Merdeka SMA
kurikulum merdeka sma
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
mata lokal menjangkau indonesia
Tribunsumsel.com
Pemilik Kafe Kopi di Palembang Tertolong Momen Buka Bersama, Harga Kopi Tembus Rp 52 Ribu Per Kg -3 |
![]() |
---|
Harga Kopi Rp 52 Ribu Per Kg Termahal Sepanjang Sejarah, Kini Ramai-ramai Beli Emas -2 |
![]() |
---|
LIPSUS : Bisnis Kafe Kopi Gulung Tikar, Harga Kopi Tembus Rp 52 Ribu Per Kg -1 |
![]() |
---|
Pajak Hiburan 40-75 Persen Berlaku Bakal Matikan Usaha, GIPI Sumsel Ajukan Gugatan ke MK -2 |
![]() |
---|
LIPSUS: Pengunjung Karaoke Kaget Tarif Naik, Pajak Hiburan 40-75 Persen Berlaku -1 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.