Berita OKI

Sosok dan Harta Kekayaan Asmar Wijaya Terpilih Jadi Sekda OKI, Sebelumnya Jabat Kadis Perkim

Sosok Asmar Wijaya dipilih Sekda OKI sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kadis Perkim OKI memiliki harta kekayaan Rp 3,4 miliar.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Sosok Asmar Wijaya dipilih Sekda OKI sebelumnya menjabat Kadis Perkim OKI memiliki harta kekayaan Rp 3,4 miliar. 

"Dari dulu saya memang hobi berkebun dan tentunya ingin menikmati masa pensiun dengan kegiatan yang positif,"

"Jangan sampai di masa pensiun saya justru istirahat total. Tolong doanya agar saya terus diberikan sehat," tambahnya.

Meskipun tidak lagi bergelut di bidang pemerintahan, akan tetapi dirinya masih aktif di kegiatan pramuka dan tetap menjadi pengurus persatuan guru republik Indonesia (PGRI) Kabupaten OKI.

"Jadi menurut saya masih banyak cara untuk mengabdikan diri setelah pensiun untuk tetap produktif. Bukan hanya di birokrasi saja," tuturnya.

Saat disinggung apakah akan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat ataupun pemimpin daerah.

Husin memilih enggan terjun ke dunia politik dan akan menghabiskan masa tuanya dengan berkebun dan berkumpul bersama keluarga.

"Sepertinya sudah cukup, kalau sekarang saya tidak ingin terjun ke dunia politik. Mungkin ingin fokus mengurus kebun yang saya miliki saja karena lebih santai saja," beber pria asal Kabupaten Muratara ini.

Diberitakan sebelumnya, awal mula diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi guru sejak tahun 1988 dengan berbagai jabatan yang pernah ia emban sampai pada jabatan terakhirnya sebagai Sekda.

Disampaikan Husin bahwa selama 35 tahun menjadi ASN. Ia mengaku lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk urusan kantor.

Diceritakan bahwa pertama kali dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) pada tahun 2014 lalu. Ia menyebut jika saat itu merupakan Sekda termuda di provinsi Sumatera Selatan.

"Kalau dihitung sampai pensiun nanti, total waktu saya menjabat menjadi Sekda yaitu 9 tahun 5 bulan. Alhamdulillah selama Bupati OKI (Iskandar SE) menjabat dua periode selalu dipercaya untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi," terang pria asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ini.

Pria yang kini memasuki usia 59 tahun, memulai karir menjadi guru bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kayuagung mulai 1988 sampai tahun 2002 (kurang lebih 13 tahun).

"Sebenarnya tugas paling lama saya yaitu menjadi guru, dan kedua sebagai sekda kurang lebih 7 tahun," jelasnya saat ditemui.

Diceritakan kembali, disaat reformasi sekitar tahun 2002 dirinya ditarik dan diperbantukan untuk menjadi staff di dinas Pendidikan Kabupaten OKI.

"Selama 5 tahun disana dan jabatan pertama yaitu kasi bangunan gedung SMP dan diangkat ke Kasubdin dan terakhir diangkat lagi jadi Kepala bagian Tata Usaha (TU)," ujarnya

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved