Berita OKI

Tidak Punya Lawan, Pasutri di Sp Padang Bersaing Sebagai Calon Kades pada Pilkades OKI 2023

Dua pasutri bersaing sebagai calon kades ada di Desa Teratai dan Desa Belanti Kecamatan SP Padang.

|
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Pasutri bersaing sebagai calon kades di Pilkades 2023 OKI. Terlihat calon nomor 1 Etawati AM Kep dan nomor 2 Hamdani keduanya bersaing sebagai Cakades di Desa Teratai SP Padang OKI kompak memakai baju warna biru langit memasuki area kotak suara pada Senin (26/6/2023) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Tercatat sebanyak 56 desa menggelar pemungutan suara pemilihan kepala desa (Pilkades) 2023 serentak di Kabupaten Ogan Komering Ilir terbagi ke dalam 16 Kecamatan pada Senin (26/6/2023) siang.

Seperti Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang terdapat 3 desa yang mengikuti Pilkades, dan dua desa memiliki kisah unik karena pesaing calon berasal dari orang terdekat.

Dua pasangan suami istri (pasutri) bersaing sebagai calon kades ada di Desa Teratai dan Desa Belanti Kecamatan SP Padang.

Kades petahana di desa tersebut berhadapan dengan istrinya masing-masing dan maju sebagai calon kades.

Dikonfirmasi secara langsung dilokasi Tempat Pemilihan Suara (TPS) Desa Teratai. Terlihat calon nomer 1 Etawati AM Kep dan 2 Hamdani (pasutri) kompak memakai baju warna biru langit memasuki area kotak suara.

Baca juga: Naik LRT Gratis Juli 2023 Saat HUT Bhayangkara ke-77 di Palembang, Syarat Tunjukkan SIM

Hamdani mengungkapkan sengaja melaju di pemilihan kades serentak 2023 ini untuk memperebutkan mata pilih sebanyak 2.586 jiwa di desa tersebut.

"Tadi pagi kami berdua berbarengan datang dan menggunakan hak suara di TPS 1. Alhamdulilah juga masyarakat yang datang antusias," ungkapnya saat ditemui.

Menurut calon kades periode ketiga ini pemilihan sangat berbeda dan unik dari 5 tahun sebelumnya, karena kali ini musuh yang dihadapi tidak lain yaitu istrinya sendiri.

"Sewaktu periode pertama saya memiliki musuh warga disini. Tetapi pada pencalonan di periode kedua kemaren lawan saya dengan mamang (paman) sendiri,"

"Tetapi karena usia paman saya yang sudah cukup tua dan tidak mungkin dicalonkan lagi. Maka pada pilkades kali ini saya harus berhadapan dengan orang rumah," jelasnya.

Masih kata dia, pencalonan sang istri tidak disiapkan pada jauh-jauh hari dan semua baru disiapkan menjelang penutupan jadwal pendaftaran.

"Alhamdulillah tidak ada yang daftar, karena aturan memang harus ada lawan. Maka saya memutuskan untuk mendaftar istri dan beruntung dia juga mau," tambahnya.

Lantaran pilkades kali ini berbeda dari lima tahun yang lalu maka sang calon kades tidak menggelar giat khusus, hanya menunggu hingga pemilihan dilaksanakan.

"Kalau ada lawan tentunya saya lebih giat melakukan pendekatan kepada masyarakat. Sedangkan tahun ini tidak ada kampanye hanya menunggu saja siapa yang terpilih nantinya," ungkapnya sembari tersenyum.

Saat disinggung semisal nantinya sang istri yang terpilih, Hamdani akan menerima pilihan masyarakat dan akan tetap melanjutkan visi misi yang telah berjalan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved