Pilpres 2024

Dituding Identik dengan Islam Garis Keras, Anies Tak Mau Jawab Pakai Statement, tapi

Bakal calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan dituding identik dengan Islam garis keras. Tudingan itu muncul dari pandangan oran

Editor: Rahmat Aizullah
Instagram @aniesbaswedan
Anies Baswedan membantah tudingan bahwa dirinya identik dengan Islam garis keras. Tudingan itu dia patahkan bukan dengan statement, melainkan dengan kenyataan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bakal calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan dituding identik dengan Islam garis keras.

Tudingan itu muncul dari pandangan orang-orang yang tidak menginginkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi presiden.

Tudingan orang-orang tersebut, bila Anies menang di Pilpres 2024, maka Indonesia akan menjadi negara Islam dengan sistem pemerintahan khilafah.

Anies pun menegaskan enggan menjawab tudingan itu dengan kata-kata atau pernyataan atau statement.

"Saya tidak bisa menjawab dugaan, sangkaan, tuduhan, dengan perkataan, tidak bisa, itu hanya bisa dijawab dengan perbuatan dan kenyataan," kata Anies dalam tayangan YouTube program 'Kick Andy Double Check', didengar TribunSumsel.com Senin (19/6/2023).

Baca juga: Tanggapan Anies Dituding Playing Victim, Seolah-olah Dizalimi untuk Menarik Empati Orang Banyak

Dia menerangkan, sama halnya seperti saat dirinya hendak mencalonkan diri menjadi gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Saat itu, kata Anies, bila dirinya menjadi gubernur juga dikhawatirkan berkembangnya Islam garis keras, namun itu terbantahkan oleh kenyataan bukan pernyataan.

"Saya lima tahun memimpin Jakarta (jadi gubernur), kekhawatiran itu diungkapkan kuat ketika Pilkada 2017, kuat sekali, saat itu saya sampaikan itu tadi.

Saya menjawab dengan kenyataan, bukan saya meng-counter. Kenyataan menunjukkan tidak, Jakarta tenang, teduh, damai, rumah bagi semua (umat)," jelas Anies.

Baca juga: Benarkah Anies Bakal Tenggelamkan Semua Program Jokowi Bila Menang Nyapres? Begini Penjelasannya

Menjelang Pilpres 2024 ini, tudingan-tudingan yang sebenarnya sudah terjawab tersebut kembali muncul.

Anies pun kembali enggan menjawabnya dengan pernyataan atau statement, melainkan dengan kenyataan.

"Semoga Allah mentakdirkan saya untuk bisa menjawab itu dengan kenyataan, saya butuhnya waktu, bukan butuh ruang untuk statement.

Sekarang sudah selesai ini (jadi Gubernur Jakarta), apakah ketika bertugas kemarin, semua sangkaan seperti itu ditemukan kenyataannya? Kalau tidak berarti sangkaan itu batal, dibatalkan oleh kenyataan, bukan oleh pernyataan," tegas Anies.

Baca berita menarik lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved