Berita Muratara
Disdik Muratara Minta Masyarakat Lapor Bila Ada Anak Tak Sekolah karena Faktor Ekonomi
Disdik Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meminta masyarakat untuk melapor bila ada anak tak sekolah karena faktor ekonomi.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meminta masyarakat untuk melapor bila ada anak tak sekolah karena faktor ekonomi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Zazili menargetkan di daerah ini tak ada satu pun anak yang tidak sekolah karena kendala biaya pendidikan.
"Sekarang sekolah gratis, kita Pemkab Muratara juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak SD dan SMP," kata Zazili pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (2/5/2023).
Menurut dia, semua orang sepakat bahwa pendidikan sangat penting, karena itu bidang tersebut menjadi fokus program kerja Pemkab Muratara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kabupaten ini.
"Pendidikan bisa meningkatkan SDM, pendidikan bisa merubah struktural ekonomi keluarga," katanya.
Bupati Muratara, Devi Suhartoni menambahkan ada tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya ada di daerah ini.
Ketiga kelompok warga tersebut yakni anak yang tidak sekolah, orang sakit tidak bisa berobat, dan orang kelaparan tidak ada makanan.
"Jangan ada yang sakit tidak berobat, jangan ada yang kelaparan, jangan ada anak yang tidak sekolah, tiga hal itu kami utamakan," kata Devi.
Devi mengatakan sudah meminta jajarannya mulai dari Kepala OPD, hingga camat dan kades/lurah agar turun ke lapangan untuk melihat adakah tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya itu.
"Saya sudah minta kepala OPD, Camat, Kades, Lurah, turun ke lapangan. Kepada masyarakat juga jangan sungkan-sungkan untuk melapor, memberitahu, laporkan ke kades atau lurah, biar disampaikan kepada kami," katanya.
Sebagai informasi, tahun 2020 lalu Pemkab Muratara menemukan 3.628 anak putus sekolah dengan melakukan pendataan di seluruh desa/kelurahan.
Sebanyak 3.628 anak putus sekolah tersebut kemudian mengikuti pendidikan non formal di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
PKBM atau biasa disebut sekolah paket ini memang terdapat di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Muratara untuk menuntaskan jenjang pendidikan anak seusai tingkatan.
Data 3.628 itu dengan rincian anak yang sekolah di paket C berjumlah 1.984 orang, paket B sebanyak 1.213 orang dan paket A ada 429 orang.
Saat Warga Tertidur Lelap, 1 Rumah di Muratara di Hangus Terbakar, Kerugian Ratusan Juta |
![]() |
---|
4 Polisi di Muratara Dipecat, Terlibat Asusila Anak di bawah Umur, Narkoba, Hingga Calo Masuk Polisi |
![]() |
---|
Diadukan Warga, Pemakai Sekaligus Pengedar Sabu di Muratara Ditangkap Polisi, 14 Paket Sabu Disita |
![]() |
---|
Cemari Sungai, Warga Muratara Histeris Hingga Sujud Saat Demo, Minta Tambang Emas Ilegal Ditutup |
![]() |
---|
BLT Hingga Gaji Marbot Masjid Dikorupsi, Eks Kades Lubuk Mas Muratara Divonis 5 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.