Berita Viral

Sosok Pepi Fernando Mantan Napiter yang Pernah Teror Bom Buku di Rumah Ahmad Dhani : Saya Minta Maaf

Inilah sosok Pepi Fernando mantan narapidana terorisme (napiter) jaringan Negara Islam Indonesai yang diduga sempat teror bom buku Ahmad Dhani.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Youtube/Dedy Corbuzier
Inilah sosok Pepi Fernando mantan narapidana terorisme (napiter) jaringan Negara Islam Indonesai yang diduga sempat teror bom buku Ahmad Dhani yang dilakukannya pada tahun 2011 silam. 

Kemudian, lanjut Pepi, dirinya tengah berada di titik nol dan perlahan mulai kembali menjaga salat dan sebagainya hingga ia bertemu dengan teman yang menawarkan bahwa 'ini loh Islam sebetulnya'.

"Yah, konsep NII lah dan saya tertarik. Dan kebetulan saya berada di titik nol betul dan saya bergabung di NII hampir 3 tahun," ujarnya.

Titik nol yang dimaksud, lanjut Pepi, bukan secara ekonomi, melainkan agama.

"Saya sendiri menyadari bahwa salat saja nggak, puasa saja nggak. Kemudian datanglah teman, di situ saya salat lagi, puasa lagi, mengaji," ungkap Pepi.

Namun lambat laun dirinya terpapar radikal.

Ia bercerita jika konsep NII yang dimaksud iman, hijrah dan jihad.

"Iman kepada Allah SWT, salah satu pengertian hijrah itu dimaksudkan pindah dari kewarganegaraan Indonesia ke NII (Negara Islam Indonesia), hukumnya hukum NII," terangnya.

Sementara di jihad, dirinya mengaku bertolak belakang dengan pikiran saya karena di jihad NII saat itu hanya dijanjikan tunggu perintah.

"Sampai sekarang masih ada janji itu," katanya.

Hingga akhirnya Pepi terus mencari makna 'jihad' dan terus 'mendengungkan' jihad membuat dirinya diusir dari NII karena dianggap tak taat dengan pimpinan.

"Akhirnya saya lihat YouTube bikin bom karena saat itu masih ditemukan caranya, sekarang tidak ada," kata Pepi.

Saat itu dirinya berjalan sendiri dibantu beberapa teman yang ikut keluar dari NII.

Selama 3 bulan, dirinya membuat 12 bom buku.

"Kalau target, seperti Pak Yapto, karena memang di sini (menunjukkan kepala), mindset ideologi tetap nempel NII yang anti Pancasila, anti demokrasi. Pak Yapto itu kan ormas yang kental banget dengan nama Pancasila," ujar Pepi.

Kala itu, lanjutnya, saat pembuatan bom buku dirinya belum bermaksud membunuh, melainkan hanya coba-coba buat bom dengan mesiu racikan sendiri.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved