Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel

Menhub Budi Karya Sumadi, Asli Wong Palembang, Anak Jalanan Masa Kecil Jualan Sabun

Menhub Budi Karya Sumadi adalah orang asli Palembang yang lahir di Jalan Dr Cipto Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Menhub Budi Karya Sumadi adalah orang asli Palembang lahir di Jalan Dr Cipto Kelurahan 30 Ilir IB II Palembang. Menhub Budi Karya saat menjadi bintang tamu podcast dipandu dipandu Kepala Newsroom Tribun Sumsel-Sriwijaya Post (Sripo) Hj L Weny Ramdiastuti di Graha Tribun Sumsel, Minggu (19/2/2023). 

Q: Pak Budi sudah berapa tahun jadi Menteri Pak Jokowi?

A: Saya sejak tahun 2016 jadi sudah 6 tahun.

Q: Sosmed Pak Budi aktif sekali bisa 5 kali dalam sehari. Jadi Pembantu Presiden Anda pasti sudah hapal pesan- pesan yang tidak langsung apalagi orang Solo (Jokowi) kalau ngomong serba tidak langsung, apa yang paling terkesan pernah alami?

A: Kalau saya bersama pak presiden bukan seperti karakter orang Palembang yang meledak- meledak, namun dari gesturnya kita sudah tahu suka atau tidak, bahwa saat covid selalu ingin rapat.

Dan saya terkejut saat mudik tahun lalu, itu mau mudik ada 80 juta orang dan beliau ngomong tidak ada penghambatan tidak ada yang diperiksa, makamanolah (bagaimanalah) kita dak pusing.

Tapi itu suatu komitmen tidak ada kata tidak untuk melaksanakannya maka berejokah, kita macam- macam. Tapi semuanya itu kalau komunikasi kita bagus semua maka akan ada jalan, dan kita banyak komunikasi dengan Pimred dan punya komunitas, justru perintah Jokowi itu karena ada komunikasi bagus dengan Pimred.
Suatu waktu malam aku kumpulkan media, besok akan satu arah kalau orang tidak tahu satu arah maka akan macet semua.

Memang kadang- kadang sedikit kontradiksi pemikiran kita dengan beliau, seperti suatu waktu di Bandara nanya ramai tidak dan saya jawab ramai ternyata ia senang bagus itu, saat Covid dan kita bilang apa adanya meski takut, artinya ekonomi berkembang.

Nah makanya saat Covid kita buka tutup mungkin Indonesia number one menyelesaikan, Cina dan Eropa lama menyelesaikannya.

Jadi dalam membantu Pak Presiden kita kadang kala mendengarkan perintahnya, dan kadang kala melihat gesturnya cukup memberi sinyal apa yang harus dilakukan.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved