Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel

Menhub Budi Karya Sumadi, Asli Wong Palembang, Anak Jalanan Masa Kecil Jualan Sabun

Menhub Budi Karya Sumadi adalah orang asli Palembang yang lahir di Jalan Dr Cipto Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Menhub Budi Karya Sumadi adalah orang asli Palembang lahir di Jalan Dr Cipto Kelurahan 30 Ilir IB II Palembang. Menhub Budi Karya saat menjadi bintang tamu podcast dipandu dipandu Kepala Newsroom Tribun Sumsel-Sriwijaya Post (Sripo) Hj L Weny Ramdiastuti di Graha Tribun Sumsel, Minggu (19/2/2023). 

Q: Anda anak keberapa dari bersaudara?

A: Saya nomor 6 dari 8 saudara dan Omi (adik) paling bungsu.

Q: Apa kenangan mendalam di Palembang, karena sering ngumpul kawan?

A: Saya melihat kehidupan pribadi saya dulu, kalau kita rutin bekerja pening palak, dan hiburan kawan, saya di Kagama Wakil pak Ganjar dan kita saling komunikasi. Dimana pertemanan bisa menghilangkan stress dan aku sering kembali kesini kadang ketemu teman SMA, dan teman sekolah lainnya.

Q:Apakah dak kebalik sekarang, dulu teman anda kaya, tapi sekarang anda yang kaya?

A: Tidak juga


Q: Ketika Covid-19 anda pernah mengalaminya, bisa dibilang ini kehidupan kedua bagi pak Budi, lalu teman melihat pak Budi tambah semangat. Apa pelajaran paling besar diambil?

A: Covid-19 salah satu cobaan bisa terjadi dimana saja dalam sakit apapun, ketika baru sadar betapa kecilnya kita dan tidak ada apa-apa, dan semua jalan. Karena itu saya memang teringat saya Menhub dan saya bapak dari anak dan suami istri saya dan itu ada di benak.

Jadi, satu kita melihat sama dan biasa dimata Allah SWT biasa, jadi jangan sombong. Lalu dengan sakitnya itu hingga bisa jalan dan lari hingga kehidupan lebih baik.
Bayangi dulu saya itu tidak berolahraga sekarang berolahraga termasuk makan dan sering nyanyi sehingga kehidupan lebih rileks, tapi tanggung jawab terhadap negara dan keluarga saya upayakan lebih besar lagi.

Ketika saya sadar nanya ke anak mau apa, dan mereka mau bikin kafe.

Dan dulu saya tidak bolehkan selama jadi Menteri, tapi saat saya sakit saya setuju dan desainlah, jadi kalau kita bisa melakukannya bisa mengobati diri sendiri.

Dan ketika saat pertama kali saya sadar dan saya katakan Covid adalah musuh tapi harus kita hadapi.

Saya sempat ngobrol sama dokter Palembang Mulidi, satu kali Pak Presiden telepon aku tanya sudah sembuh belum dan bilang Pak Menteri dak usah urusi pekerjaan makan yang banyak saja.

Q: Jadi pesannya seperti itu Pak Presiden?

A: Pesannya sederhana, jadi sedikit menghibur meski dak ditanyai eh kamu na mudiklah siap belum, tapi saya dibesarkan hati oleh beliau. Sakit itu memberikan arti bagi saya, dan mudah- mudahanlah saya bisa memberikan suatu yang baik untuk bangsa ini.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved