Berita Nasional
Bripka Madih Bantah Disebut Minta Maaf Soal Kasus 'Polisi Peras Polisi' : Ketawain Aja
Bripka Madih Membantah Dirinya Disebut Minta Maaf Soal Kasus Polisi Peras Polisi yang Disebut Polda Metro Jaya Tidak Terbukti.
"Melaporkan penyerobotan tanah ke Polda Metro Jaya malah dimintai biaya penyidikan," kata Madih kepada wartawan, Minggu (5/2/2023).
Laporan dilayangkan sejak 2011 lalu, sampai sekarang kasusnya tak pernah diusut karena Madih enggan memenuhi permintaan oknum polisi itu.
"Karena saya sendiri Polisi dan dimintai biaya penyidikan serta hadiah," ujar dia.
Dia masih ingat, oknum polisi yang memerasnya menelfon untuk membicarakan kasus penyerobotan tanah oleh perusahaan pengembang perumahan.
Madih waktu itu menunjukkan sejumlah berkas kepemilikan tanah, bukannya diperiksa oknum tersebut justru membicarakan hal lain.
"Dia (penyidik) berucap (minta) Rp100 juta sama hadiah tanah 1.000 meter per segi saya sakit hati diminta begitu," ujarnya.
Belasan tahun menunggu membuat Madih geram, dia beberapa waktu lalu membuat aksi di depan perumahan yang dibangun di atas tanah orangtuanya.
Madih mengungkapkan kekecewaannya terhadap institusi Polri, kasus penyerobotan tanah warisan orangtuanya tak pernah diusut.
Proses jual beli tanah menurut dia, ada indikasi melanggar hukum. Tanah milik orangtuanya seluas 4.954 meter persegi diduga diserobot seluas 2.954 meter persegi.
"Saya kecewa dan sedih ketika saya anggota kepolisian melaporkan hal ini malah dimintai sejumlah uang," tegas dia.
Sebagian ini telah tayang di Tribunnews
Baca artikel menarik lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bripka-madih-bantah-minta-maaf-kasus-polisi-peras-polisi.jpg)