Berita Nasional

Ditemukan 2 Zat Kimia di Kasus Pisang Goreng Beracun di Lampung, 7 Orang Keracunan, 3 Meninggal

Edi mengatakan, barang bukti yang diuji kandungan zat kimianya adalah sisa pisang goreng serta alat masak dan bahan yang digunakan.

Editor: Slamet Teguh
Kolase TribunLampung
Ditemukan 2 Zat Kimia di Kasus Pisang Goreng Beracun di Lampung, 7 Orang Keracunan, 3 Meninggal 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus pisang beracun yang terjadi di Lampung kini menemukan fakta baru.

Hal tersebut tak lepas usai polisi menemukan 2 zat kimia di bukti pisang goreng yang diduga menjadi penyebab tewasnya para korban.

Bahkan polisi menyebutkan, jika zat kimia tersebut tak biasa ditemukan di sebuah pisang goreng.

Diketahui, terdapat 7 orang diduga keracunan pisang goreng, 1 korban meninggal di RSUD Ahmad Yani dan 2 korban meninggal lainnya adalah pasangan kakek nenek di Lampung Tengah, Lampung.

Hasil uji laboratorium kasus pisang goreng beracun yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia termasuk kakek nenek di Lampung Tengah itu, akhirnya keluar.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengungkapkan, uji kandungan zat kimia yang ada di barang bukti yang ditemukan inafis Polres Lampung Tengah di TKP kakek nenek tewas keracunan pisang goreng.

Edi mengatakan, barang bukti yang diuji kandungan zat kimianya adalah sisa pisang goreng serta alat masak dan bahan yang digunakan.

Menurut Edi, phak kepolisian sudah menerjunkan tim Inafis untuk mengamankan barang bukti hari Selasa, (17/1/2023).

"Sampel sudah diuji dan hasilnya ada 2 zat kimia yang diduga adalah sumber racun," kata Edi Qorinas kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (24/1/2023).

Namun, kata dia, uji yang dilakukan di Lampung tidak menunjukkan hasil jenis zat tersebut secara spesifik.

Hanya menunjukkan adanya zat kimia yang tidak biasa terdapat pada alat bukti tersebut, yang diduga racun.

"Laboratorium di Lampung punya standar konsentrasi zat, jika jumlahnya di bawah standar maka tidak terbaca," kata Kasat.

Untuk memastikan hasil tersebut, Polres Lampung Tengah melakukan uji lanjutan di Palembang, Sumatera Selatan. 

"Saya dan jajaran berangkat ke Palembang sore ini untuk uji ulang barang bukti secara forensik untuk dapat hasil pastinya," kata Edi. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved