Berita OKI

Nomor Darurat Pemadam Kebakaran OKI, Bisa Dihubungi Saat Kondisi Gawat

Adapun nomor darurat yang bisa dihubungi saat terjadi kebakaran di OKI yakni 0811-7832-100.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Kasi operasional Dinas Satpol PP dan pemadam kebakaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, Saifudin saat menunjukkan nomor darurat yang bisa dihubungi masyarakat OKI saat terjadi kondisi genting seperti kebakaran dan pohon tumbang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Dinas pemadam kebakaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membagikan nomor darurat yang bisa dihubungi masyarakat bila terjadi kebakaran.

Adapun nomor darurat yang bisa dihubungi saat terjadi kebakaran di OKI yakni 0811-7832-100.

"Ketika ada warga, perangkat desa, atau kepolisian yang menelpon, maka kami akan langsung menurunkan petugas dan peralatan ke lokasi," ujar Ajisman Kepala Bidang Pemadam Kebakaran melalui kasi operasional, Saifudin kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (26/11/20220). 

Baca juga: Jam Operasional Membuat SKCK di Polres OKI 2022, ini Biaya dan Dokumen yang Harus Dilengkapi

Tak hanya bisa dihubungi saat kebakaran, nomor darurat tersebut juga bisa dihubungi saat warga menghadapi kondisi terdesak lainnya.

"Tim kami juga bisa membantu untuk evakuasi satwa liar, pohon tumbang dan korban tenggelam," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Ogan Komering Ilir (OKI), selama 3 tahun terakhir sebanyak 102 rumah penduduk hangus dilahap si jago merah.

"Dari tahun 2020 ada 17 rumah hangus terbakar, lalu 2021 total 43 rumah dan pada tahun 2022 ini terdata 42 rumah terbakar," ujar Ajisman.

Menurutnya, lebih dari setengah dari jumlah rumah yang terbakar disebabkan oleh korsleting listrik. Akibat pemilik rumah yang tidak paham dengan instalasi listrik.

"Rata-rata pemicu kebakaran rumah yang tertinggi adalah karena adanya hubungan pendek arus listrik dan juga peralatan listrik yang mengalami korsleting,"

"Biasanya korsleting disebabkan pemakaian kabel yang tidak sesuai dengan peruntukkannya dan belum standar SNI. Sehingga lapisan pembungkus kabel mudah terbakar dan merambat kebagian rumah lainnya," tuturnya. 

Baca juga: Cara Ajukan KUR BSB Bagi Petani dan Peternak di Banyuasin, Bisa Pinjam Sampai Diatas Rp50 Juta

Selain itu juga penyebab lainnya karena pemasangan steker (colokan listrik) dengan electric socket (stopkontak) yang asal-asalan dan tanpa mementingkan keselamatan.

Dimana hal yang berbahaya dari penggunaan steker dengan stopkontak adalah dengan menyambungkannya secara paralel.

"Misalkan terdapat kabel roll (gulungan) yang dihubungkan dengan kabel roll lainnya. Sehingga yang tadinya satu stop kontak hanya menampung 4 steker dipaksa ditambahkan dengan menghubungkan kabel roll lain," jelasnya.

Maka dari itu, Saifudin menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam penggunaan listrik dan sebisa mungkin jangan meninggalkan rumah dalam keadaan listrik menyala.

"Terpenting sebelum berpergian pastikan dulu semua kabel perangkat elektronik sudah dicabut dan lebih baik mematikan MCB meteran listrik. Gunanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," sebut pria dengan perawakan tinggi.

Baca artikel menarik lainnya di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved