Berita Kriminal Palembang
Komplotan Curanmor 32 TKP di Palembang Ditangkap, Ungkap Alasan Sasar Motor Matic
Tiga kawanan spesialis curanmor yang beraksi di 32 TKP wilayah kota Palembang dan kerap beraksi di parkiran ruko dan pertokoan.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polsek Ilir Timur I Palembang meringkus tiga kawanan spesialis curanmor yang beraksi di 32 TKP wilayah kota Palembang dan kerap beraksi di parkiran ruko dan pertokoan.
Dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan polisi dengan tembakan pada masing-masing kakinya karena melawan petugas saat akan ditangkap.
Pelaku yakni Heru (26), Taufik (27), dan Karim (22). Ketiganya diamankan di kawasan Rumah Susun dan di sebuah kos-kosan.
Komplotan ini menggunakan kunci yang sudah dimodifikasi untuk merusak kontak kunci sepeda motor dan selalu menyasar motor matik
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib didampingi Kasat Reskrim Kompol Haris Dinzah dan Kapolsek Ilir Timur I Kompol Ginanjar Aliya Sukmana mengatakan, ketiga tersangka merupakan residivis kasus curanmor.
"Aksi pencurian dilakukan komplotan ini pada tahun 2017 pernah ditahan pada tahun 2018. Dan kini mereka beraksi lagi dan ditangkap terpisah, setelah Polsek melakukan pengembangan, " ujar Ngajib, Selasa (8/11/2022).
Komplotan ini kerap beraksi di parkiran ruko, kos-kosan, dan pertokoan dengan modus merusak kunci kontak sepeda motor.
Dari situ polisi, turut menyita empat unit sepeda motor dan sejumlah alat yang digunakan pelaku untuk merusak kontak sepeda motor.
"Sejumlah barang bukti juga kami amankan. Mereka juga menggunakan kunci palsu, " katanya.
Lokasi yang menjadi tempat pencurian sepeda motor oleh komplotan pelaku paling banyak di wilayah Ilir Timur I (15 TKP), Sukarami (4 TKP), Ilir Timur II (4 TKP), Ilir Barat I (3 TKP), Kemuning (2 TKP), Seberang Ulu I, Ogan ilir, dan OKI masing-masing 1 TKP.
Baca juga: Syukri Zen Anggota DPRD Pukul Wanita di Palembang Divonis 4 Bulan, Begini Reaksi Gerindra
Sementara salah satu tersangka yakni Heru mengaku jika ia dan rekan-rekannya kerap menyasar sepeda motor matic karena mudah dipetik.
"Peran saya yang menjual, kami memetik motor matic karena mudah diambil. Cuma beberapa detik kontak kunci bisa rusak, " ujarnya.