Berita Palembang

Siswa Berangkat Sekolah Pakai Sepeda Listrik di Palembang, Enak Dibawa, Tak Repot Antar Jemput

Sejumlah siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik di Palembang. Selain enak dibawa, orang tua juga tidak repot lagi antar jemput.

Penulis: Widya Tri Santi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WIDYA TRI SANTI
Sejumlah siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik di Palembang. Selain enak dibawa, orang tua juga tidak repot lagi antar jemput, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejumlah siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik di Palembang. Di antaranya siswa SD Patra Mandiri 1 Palembang.

Mereka siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik dari rumah mereka yang memang tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah ke sekolah sekitar 1-2 kilometer

Pihak sekolah sejauh ini memang belum menerapkan aturan khusus sehubungan dengan sejumlah siswa yang berangkat pulang dan pergi ke sekolah pakai sepeda listrik.

Pantauan di lokasi, ada beberapa siswa yang pakai sepeda listrik dari rumah ke sekolahnya.

Terlihat dua sepeda listrik terparkir di parkiran SD Patra Mandiri 1 Palembang. Satu berwarna krem dan lainnya warna hijau.

Alesa, salah seorang siswa kelas 6 SD Patra Mandiri 1 Palembang mengatakan sudah beberapa hari terakhir dia berangkat sekolah naik sepeda listrik.

Baca juga: Pilkades Ogan Ilir 2022, Bawaslu OI Buka Pendaftaran Panwascam, Catat Waktu dan Persyaratannya

Memang keinginan sendiri dan sudah sudah diizinkan orang tua. Sebelum punya sepeda listrik dirinya memang sering diantar jemput orang tua.

"Keinginan saya sendiri, rumah juga dekat sini jadi diizinkan orang tua saya," kata Alesa yang memiliki sepeda listrik yang berwarna hijau.

Alesa juga menambahkan jika naik sepeda listrik ini enak saat dibawa. Orang tua juga tidak repot lagi antar jemput.

Menurut Kepala Sekolah SD Patra Mandiri 1 Palembang Nurdin MK siswa yang memakai sepeda listrik ke sekolah merupakan siswa yang pulangnya masih di dalam lingkungan komplek Komperta.

"Kami di sini tidak ada aturannya bahwa siswa boleh membawa sepeda atau tidaknya. Tapi memang ada dua sepeda listrik di sini terparkir dan itu kemungkinan punya orang tua siswa," ucap Nurdin MK.

Sejumlah siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik di Palembang. Selain enak dibawa, orang tua juga tidak repot lagi antar jemput, Rabu (21/9/2022).
Sejumlah siswa berangkat sekolah pakai sepeda listrik di Palembang. Selain enak dibawa, orang tua juga tidak repot lagi antar jemput, Rabu (21/9/2022). (TRIBUN SUMSEL/WIDYA TRI SANTI)

Siswa yang memakai sepeda listrik maupun sepeda biasa ini rumahnya masih di lingkungan komplek.

Jarak antara sekolah ke rumah rata-rata satu kilometer.

"Jika siswa yang rumahnya di luar komplek itu biasanya ada orang tua atau wali siswa yang antar jemput siswa," kata dia.

Lanjut Nurdin menambahkan, mungkin orang tua nya ada kesibukan lain atau juga dari dampak kenaikan BBM ini.

"Mungkin karena dampak itulah, kalau antar jemput masih daerah komplek juga harus menguras bensin, kemungkin orangtuanya mengizinkan anaknya untuk pakai sepeda listrik," tutupnya.

Bukan Kendaraan Bermotor

Sebelumnya, speda listrik sebagai salah satu alternatif kendaraan yang digunakan oleh sebagian orang. Cukup banyak masyarakat yang tertarik untuk membelinya.

Kendaraan listrik tersebut biasanya muncul di jalan-jalan kecil, sekitar komplek perumahan, atau padat penduduk.

Bentuknya yang minim, penggunaan yang mudah dan harga terjangkau menjadi daya tarik sepeda listrik.

Dari segi aturan di wilayah Sumsel, tak ada yang melarang penggunaan sepeda listrik. Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra kepada Tribunsumsel.

"Dilihat dari segi bentuk dan kegunaannya sepeda listrik bukanlah tergolong ke kendaraan bermotor. Karena dia sepeda dan kegunaannya juga tidak di jalan raya, di Sumsel belum ada pelarangan menggunakan sepeda listrik, " katanya, Sabtu (16/7/2022).

Menurutnya tidak semua orang memakai sepeda listrik sebab kendaraan tersebut hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Selama sepeda tidak digunakan di jalan raya maka tidak akan mengganggu pengguna jalan raya lainnya.

"Tidak semua orang mau pakai sepeda. Sepeda itu kan biasanya dipakai untuk melakukan aktivitas sehari-hari di sekitar rumah atau komplek saja, " ujarnya.

Selain itu populasi sepeda listrik di Sumsel terkhusus Palembang juga masih tidak sebanding dengan kendaraan bermotor lainnya sehingga, saat ini belum ada regulasi yang mengatur penggunaan sepeda listrik. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved