Berita Ogan Ilir

Kasus Guru Tampar Siswa di SMA 1 Pemulutan Berakhir Damai, Laporan ke Polisi Dicabut

Setelah melalui mediasi dan perdamaian dengan pihak sekolah, wali siswa SMAN 1 Pemulutan Selatan memutuskan tak melanjutkan perkara hukum.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ Agung Dwipayana
Orang tua siswi SMAN 1 Pemulutan Selatan berbicara kepada wartawan usai mencabut laporan di Polres Ogan Ilir, Senin (19/9/2022) petang. 

"Kami juga akan mengadakan kegiatan ekstrakulikuler bahasa Inggris dan keagamaan," ucap Masnawati.

Selanjutnya, mengarahkan siswa agar melaksanakan salat Jumat bersama dan mengadakan silahturahmi antara sekolah dengan wali murid melalui komite sekolah.

"Dan juga saya tegaskan ke depannya tidak akan ada dendam antara pihak sekolah dengan siswa," tegas Masnawati.

Baca juga: Viral Video Siswa SMA Satu Kelas di Pemulutan Selatan Ogan Ilir Ditampar Guru, Ini Faktanya

Sementara pihak kepolisian siap menjadi fasilitator perdamaian antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Persyaratan administrasi pencabutan laporan ini yakni seluruh wali siswa berjumlah 32 orang harus menyerahkan surat pernyataan damai dengan SMAN 1 Pemulutan Selatan, kepada Satreskrim Polres Ogan Ilir

"Prinsipnya kami siap memfasilitasi perdamaian, dalam hal ini pencabutan laporan dari pihak pelapor. Ini masuk restorative justice atau keadilan restoratif," jelas Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Abdul Haris.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved