Berita Palembang

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Bibit Karet OKI Divonis Bebas,Hakim Minta Jaksa Kembalikan Uang Sitaan

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan 220 ribu bibit karet di OKI.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan 220 ribu bibit karet di OKI, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang yang diketuai Mangapul Manalu SH MH menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan 220 ribu bibit karet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) OKI.

Sebelumnya, Tabroni Perdana dan Roni Candra dua terdakwa kasus dugaan pengadaan bibit karet didakwa telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.317 juta lebih atas dugaan tindak pidana korupsi yang menjeratnya.

"Mengadili dengan ini, bahwa kedua terdakwa Tabroni Perdana dan Roni Candra tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi, membebaskan para terdakwa dari tahanan," tegas Hakim Ketua saat membacakan putusan sidang korupsi bibit karet Disbunak OKI, Senin (12/9/2022).

Diketahui, Tabroni Perdana adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan berstatus ASN di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI.

Sedangkan rekannya, terdakwa Roni Candra adalah pemenang proyek pengadaan, sekaligus pemilik CV Candra Kesuma.

Baca juga: 16 Remaja di Palembang Ditangkap Bawa Sajam, Diduga Hendak Tawuran dan Pelaku Pembegalan

Dalam Amar putusannya, majelis hakim menilai perbuatan kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan bersalah dalam melakukan tidak pidana korupsi.

"Untuk itu membebaskan kedua terdakwa dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum," ujar hakim.

Selain membebaskan kedua terdakwa, majelis hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Ogan Komering Ilir (OKI), memulihkan hak-hak kedua terdakwa dalam kemampuan kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Kemudian Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan komering ilir (OKI) diperintahkan untuk mengembalikan uang Sebesar Rp.317 juta yang disita dari Roni Candara.

Usai mendengarkan putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum Kejari OKI menyatakan kasasi atas vonis bebas tersebut.

Terpisah, Faisal SH tim penasehat hukum Roni Chandra mengucapkan syukur atas vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kliennya.

"Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, intinya kami bersyukur bahwa klien kami dibebaskan oleh majelis hakim karena tidak terbukti bersalah. Kami selaku penasehat hukum merasa bangga dan bahagia terkait putusan ini yang sudah sesuai dengan fakta persidangan," ujar Faisal.

Rasa syukur yang sama juga diungkapkan Afriansyah SH penasehat hukum Tabroni Perdana.

Dia mengatakan, majelis hakim dalam pertimbangannya tidak menemukan kerugian negara dalam perkara tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved