Berita Palembang

16 Remaja di Palembang Ditangkap Bawa Sajam, Diduga Hendak Tawuran dan Pelaku Pembegalan

Polisi menangkap 16 remaja di Palembang ditangkap bawa senjata tajam, mereka diduga pelaku sweeping hendak tawuran dan pembegalan.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Polisi menangkap 16 remaja di Palembang ditangkap bawa senjata tajam, mereka diduga pelaku sweeping hendak tawuran dan pembegalan, Selasa (12/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi mengamankan 16 orang remaja diduga kerap sweeping dengan membawa senjata tajam, gear motor, dan beberapa sajam lainnya. Salah satu diantaranya terlibat kasus pembegalan.

Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan setidaknya ada sekitar 16 orang pemuda yang diamankan anggota Unit Ranmor.

Mereka berkelompok dan membawa senjata tajam, dan diduga akan melakukan tindak kriminalitas.

Belasan orang remaja diamankan diduga karena mereka akan melakukan aksi tawuran hingga aksi pembegalan.

"Tim Unit Ranmor yang sedang berpatroli mengamankan remaja yang membawa senjata tajam sekarang sudah kami bawa ke Polrestabes Palembang. Kebanyakan ada yang masih dibawah umur dan ada yang dewasa, " kata Kompol Tri, Senin (12/9/2022).

Baca juga: AKBP Dalizon Terdakwa Dugaan Korupsi Mengaku Setor Ratusan Juta ke Atasan, Ini Kata Polda sumsel

"Selain mengamankan belasan pemuda, anggota kita turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis pedang, gear motor, dan beberapa sajam lainnya," jelasnya.

Pihaknya akan melakukan pengembangan terkait adanya Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya, yang dilakukan para pelaku tesebut.

"Kita dalami dan melakukan pengembangan terkait hal ini, sedangkan dalam aksinya mereka melakukan sweeping dengan berkumpul di suatu tempat. Kemudian melihat adanya kesempatan mereka melakukan aksinya," jelasnya.

Salah satu remaja yang diamankan terlibat dalam kasus pembegalan. Hal ini akan di proses sesuai dengan perundang-undangan berlaku.

"Pemuda yang kita amankan ini, salah satunya ada laporan yang kita terima terkait 365 KUHP dan akan tetap kita proses," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved